Caption : Ist (Dok. BPBD Lampung)
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau kembali dilaporkan mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi, tepatnya pada pukul 05.08 WIB. Meski terjadi aktivitas vulkanik, kolom abu maupun visual letusan tidak teramati secara langsung.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung dan terintegrasi dengan sistem pemantauan Magma Indonesia, erupsi tersebut tercatat dengan jelas pada instrumen kegempaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:08 WIB. Visual letusan tidak teramati,” tulis Muhammad Dika Nurzaman selaku pelapor dari Magma Indonesia dalam rilis peringatan dini (Warning Eruption) tersebut.
Laporan kegempaan merinci bahwa erupsi ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47 milimeter (mm).
Aktivitas vulkanik ini berlangsung dalam durasi yang tergolong singkat, yakni selama 15 detik. Proses pemantauan (monitoring) peringatan dini ini turut dilakukan oleh Al Dini dari Magma Indonesia.
Melalui rilis peringatan yang diunggah pada kanal resmi Instagram @bpbdlampung, otoritas terkait menyatakan bahwa peringatan erupsi untuk aktivitas spesifik pada pukul 05.08 WIB tersebut saat ini berstatus “SELESAI”.
Masyarakat dan otoritas pelayaran diimbau untuk selalu memantau informasi lanjutan secara berkala melalui kanal resmi BPBD maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di masa mendatang. (*)






