Kota Bandar Lampung Dikepung Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diharap Waspada

- Editor

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Peningkatan aktivitas Gunung Krakatau memicu terjadinya hujan abu dan debu vulkanik yang menyebar luas melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Material vulkanik tersebut dilaporkan telah menjangkau Kota Bandar Lampung hingga Kabupaten Pesawaran.

​Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga setempat, guyuran abu vulkanik merata di sejumlah titik, meliputi Kecamatan Kemiling, Teluk Betung, Kedaton, Sukarame, dan Sukabumi di Bandar Lampung, hingga kawasan Negeri Sakti di Kabupaten Pesawaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Debu berukuran halus terpantau pekat melayang di udara dan mulai menumpuk menutupi fasilitas umum, permukaan jalan, atap rumah warga, hingga kendaraan bermotor.

​Perluasan jangkauan abu vulkanik yang cukup jauh ini dipicu oleh faktor cuaca. Angin dilaporkan berembus kencang dari arah Selat Sunda dan membawa material debu langsung menuju daratan Lampung di bagian selatan dan barat.

​Kondisi tersebut mulai berdampak langsung pada lingkungan dan aktivitas warga setempat. Jarak pandang dilaporkan mengalami penurunan akibat udara yang semakin tebal dan pekat.

Selain itu, warga juga mulai mengeluhkan aroma khas belerang tipis yang terbawa bersama debu. Hingga saat ini, aktivitas perekonomian dan kegiatan warga secara umum terpantau masih tetap berjalan.

Kendati demikian, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dan memilih untuk membatasi kegiatan di luar ruangan guna meminimalkan risiko paparan debu vulkanik terhadap kesehatan.

Merespons kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung bersama instansi terkait mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Warga yang terpaksa keluar rumah diwajibkan menggunakan masker dan kacamata pelindung guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata.

Masyarakat juga diminta untuk menutup rapat sumber air bersih serta membersihkan timbunan abu di atap rumah agar tidak memicu kerusakan struktur bangunan.

​Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa arah angin memang berpotensi terus membawa partikel debu ke arah pemukiman.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, terus memantau informasi cuaca maupun status gunung api dari kanal resmi pemerintah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Kepung Provinsi Lampung! 
Diduga Curi Pisang, Pria di Lampung Selatan Tewas Mengenaskan Dikeroyok Massa
Bongkar Honda HR-V di Bakauheni, Polisi Temukan 40 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China!
Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau Guyur Tanggamus, Pemkab Liburkan Sebagian Sekolah dan Bagikan Ribuan Masker!
MBG Libur, Siswa-siswi SD Ini Malah Bersorak Gembira, Lah Kok Bisa?
Niat Perbaiki Kincir Air, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
Waspada! Erupsi Anak Krakatau Picu Asap Pekat dan Gelombang Ekstrem di Selat Sunda
Terkendala Aturan Baru, 380 Dapur MBG di Lampung Gagal Beroperasi!
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:13 WIB

Kota Bandar Lampung Dikepung Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diharap Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 11:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Kepung Provinsi Lampung! 

Sabtu, 5 September 2026 - 11:11 WIB

Diduga Curi Pisang, Pria di Lampung Selatan Tewas Mengenaskan Dikeroyok Massa

Sabtu, 5 September 2026 - 11:07 WIB

Bongkar Honda HR-V di Bakauheni, Polisi Temukan 40 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China!

Sabtu, 5 September 2026 - 07:01 WIB

Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau Guyur Tanggamus, Pemkab Liburkan Sebagian Sekolah dan Bagikan Ribuan Masker!

Berita Terbaru