Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Peningkatan aktivitas Gunung Krakatau memicu terjadinya hujan abu dan debu vulkanik yang menyebar luas melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Material vulkanik tersebut dilaporkan telah menjangkau Kota Bandar Lampung hingga Kabupaten Pesawaran.
Berdasarkan pantauan lapangan dan laporan warga setempat, guyuran abu vulkanik merata di sejumlah titik, meliputi Kecamatan Kemiling, Teluk Betung, Kedaton, Sukarame, dan Sukabumi di Bandar Lampung, hingga kawasan Negeri Sakti di Kabupaten Pesawaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Debu berukuran halus terpantau pekat melayang di udara dan mulai menumpuk menutupi fasilitas umum, permukaan jalan, atap rumah warga, hingga kendaraan bermotor.
Perluasan jangkauan abu vulkanik yang cukup jauh ini dipicu oleh faktor cuaca. Angin dilaporkan berembus kencang dari arah Selat Sunda dan membawa material debu langsung menuju daratan Lampung di bagian selatan dan barat.
Kondisi tersebut mulai berdampak langsung pada lingkungan dan aktivitas warga setempat. Jarak pandang dilaporkan mengalami penurunan akibat udara yang semakin tebal dan pekat.
Selain itu, warga juga mulai mengeluhkan aroma khas belerang tipis yang terbawa bersama debu. Hingga saat ini, aktivitas perekonomian dan kegiatan warga secara umum terpantau masih tetap berjalan.
Kendati demikian, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dan memilih untuk membatasi kegiatan di luar ruangan guna meminimalkan risiko paparan debu vulkanik terhadap kesehatan.
Merespons kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung bersama instansi terkait mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Warga yang terpaksa keluar rumah diwajibkan menggunakan masker dan kacamata pelindung guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata.
Masyarakat juga diminta untuk menutup rapat sumber air bersih serta membersihkan timbunan abu di atap rumah agar tidak memicu kerusakan struktur bangunan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa arah angin memang berpotensi terus membawa partikel debu ke arah pemukiman.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, terus memantau informasi cuaca maupun status gunung api dari kanal resmi pemerintah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. (*)
Berikut video lengkapnya:






