Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tubabar – Aparatur Tiyuh (perangkat desa) se-Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Pendopo Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba, Kamis (27/8/2026).
Aksi ini dipicu oleh keterlambatan penyaluran Penghasilan Tetap (Siltap) aparatur tiyuh selama empat bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi massa yang dikoordinatori oleh Ketua Forum Aparatur Tiyuh se-Tubaba, Basyah Putra, bersama Sekretaris Budi Sukisno ini menyuarakan tiga tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yakni:
- Penyelesaian Tunggakan Siltap, mendesak pembayaran Siltap yang terlambat empat bulan, serta meminta agar penyaluran ke depan dilakukan tepat waktu setiap bulan tanpa sistem rapel.
- Penolakan Pengurangan Aparatur, menolak secara tegas rencana pengurangan jumlah aparatur tiyuh yang saat ini bertugas di wilayah Tubaba.
- Penolakan Penurunan Gaji, meminta kepastian dari Pemkab agar tidak terjadi penurunan besaran nominal Siltap di masa mendatang.
Aksi tersebut langsung direspons oleh Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya, yang turun menemui massa dengan didampingi oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Di hadapan para peserta aksi, Novriwan Jaya mengklarifikasi, jika kendala keterlambatan penyaluran Siltap ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini berkaitan erat dengan proses penyaluran anggaran Transfer ke Daerah (TKD).
“Alhamdulillah, Senin kemarin sudah kita salurkan untuk satu bulan. Kita sembari menunggu TKD, khususnya Dana Alokasi Umum (DAU), dan itu prosesnya memang bertahap,” jelas Novriwan kepada massa aksi.
Pemerintah daerah saat ini masih terus menunggu proses pencairan dana DAU dari pusat yang menjadi faktor utama penentu kelancaran penyaluran Siltap kepada seluruh Tiyuh di Kabupaten Tubaba. (*)






