Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara tengah menyelidiki temuan benda yang diduga proyektil peluru senapan angin di dalam potongan daging sapi pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara. Akibat insiden ini, operasional dapur penyedia makanan ditangguhkan sementara.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, mengonfirmasi, pihaknya sedang mengumpulkan keterangan untuk melacak asal-usul benda tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyelidikan langsung dilakukan dengan mendatangi SD Negeri 3 Sindang Sari dan dapur Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Sindang Sari pada Kamis (27/8/2026).
”Kami masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk mengetahui secara pasti bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam makanan,” ujar Ivan, Jumat (28/8/2026).
Dalam penyelidikannya, polisi menelusuri seluruh tahapan logistik makanan. Diketahui, total 95,85 kilogram daging sapi tersebut dipasok oleh penyuplai dari Desa Bumi Nabung, Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah.
Daging tiba di dapur SPPG dalam kondisi sudah terpotong pada pukul 20.23 WIB malam sebelumnya. Daging kemudian melalui proses pencucian sebanyak tiga kali selama kurang lebih 60 menit sebelum diolah.
Daging tersebut disajikan dalam bentuk semur lada hitam yang dibagikan bersama nasi putih, tempe crispy, tumis labu siam dan wortel, serta buah naga kepada para siswa pada Rabu (12/8/2026).
Untuk memastikan temuan ini, kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.
Ivan menegaskan, pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan dan akan memanggil berbagai pihak, mulai dari sekolah, pengelola SPPG, ahli gizi, hingga penyuplai daging.
”Ini penting untuk mengetahui titik masuk benda tersebut. Setiap informasi akan kami cocokkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan,” tegas Ivan.
Menindaklanjuti temuan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara (suspend) kepada Dapur SPPG Sindang Sari terhitung sejak Rabu (26/8/2026).
Sebagai informasi, SPPG tersebut melayani 1.970 penerima manfaat di 13 sekolah dan 11 posyandu.
Sementara itu, Mitra MBG Sindang Sari, Daus Leo Puspitasari, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
Ia menyebut pihak pengelola saat ini sedang memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan telah meminta klarifikasi dari penyuplai daging.
”Kami sudah berkomunikasi dengan supplier daging, dan mereka menyebut bahan baku dikirim dalam kondisi baik. Karenanya, kami sedang menelusuri CCTV,” kata Daus. (*)






