Siap-Siap! BUMN Bakal Bikin Bioskop Sendiri Bernama ‘Sinewara’, Bakal Semurah Apa?

- Editor

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa (Dok. BUMNkini) 

Hariannarasi.com, Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Produksi Film Negara (PFN) bersiap melakukan ekspansi ke bisnis penayangan film dengan merencanakan peluncuran jaringan bioskop bernama ‘Sinewara’. Jaringan bioskop pelat merah ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

​Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, menyatakan, jika langkah ini diambil agar peran PFN tidak lagi sebatas pada produksi film, tetapi juga menjangkau sektor hilir industri perfilman (ekshibisi).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kehadiran Sinewara ditujukan untuk menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem industri perfilman Indonesia,” ujar Riefian.

​Meski target operasi telah ditetapkan, Riefian menegaskan, proyek Sinewara saat ini masih dalam tahap kajian komprehensif. PFN masih harus mematangkan sejumlah aspek fundamental sebelum resmi diluncurkan.

​Beberapa hal teknis yang tengah dikaji oleh pihak PFN meliputi:

  1. ​Konsep dan model bisnis, strategi untuk bersaing di industri hiburan.
  2. ​Penentuan lokasi, pemilihan titik strategis atau daerah prioritas.
  3. ​Pola pengelolaan, manajemen operasional dan harga tiket bioskop.

​Rencana ekspansi BUMN ke industri bioskop ini langsung menuai beragam respons dari publik.

Sebagian masyarakat mempertanyakan strategi Sinewara dalam menghadapi persaingan dengan jaringan bioskop swasta raksasa yang telah lebih dulu mendominasi pasar Indonesia.

​Di sisi lain, publik juga menaruh harapan agar jaringan bioskop BUMN ini dapat memprioritaskan pembangunan di daerah-daerah tingkat dua atau wilayah yang selama ini belum memiliki akses memadai ke fasilitas bioskop.

​Hingga saat ini, PFN terus memaksimalkan waktu yang ada hingga 2027 untuk merampungkan kajian kelayakan.

Rincian lebih lanjut mengenai jumlah layar dan titik lokasi pasti akan diumumkan setelah kajian tersebut rampung. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ultimatum Keras Wagub Kalbar ke Prabowo: Jangan Sampai Kami Jadi Papua dan Aceh Berikutnya!
Distribusi Bantuan Gempa NTT Dinilai Abaikan Koordinasi, Camat Lamba Leda Utara ‘Ngamuk’!
Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah
Kalimantan Dikepung Asap Karhutla: Titik Api Melonjak, Kasus ISPA Tembus 1.000 Per Pekan
Update Terkini Gempa NTT: 60 Ribu Jiwa Mengungsi, Korban Meninggal Tembus 71 Orang
Sebut Pemerintahan Terkini Gagal, Mahasiswa: Prabowo Bedebah Memang!
Kawal Aksi Unras Mahasiswa, Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel di Jantung Ibu Kota
Dilarang Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Terlibat Debat dengan Kapolres Jakarta Pusat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Ultimatum Keras Wagub Kalbar ke Prabowo: Jangan Sampai Kami Jadi Papua dan Aceh Berikutnya!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Siap-Siap! BUMN Bakal Bikin Bioskop Sendiri Bernama ‘Sinewara’, Bakal Semurah Apa?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Distribusi Bantuan Gempa NTT Dinilai Abaikan Koordinasi, Camat Lamba Leda Utara ‘Ngamuk’!

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla: Titik Api Melonjak, Kasus ISPA Tembus 1.000 Per Pekan

Berita Terbaru