Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanggamus menyelesaikan rangkaian kegiatan desk cabang olahraga (cabor) di Sekretariat KONI Tanggamus, GOR Pedukuhan Waysom, Pekon Kota Agung.
Kegiatan ini difokuskan untuk memaparkan kesiapan atlet, target medali, serta memetakan kendala yang dihadapi tiap cabor menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung Tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan desk cabor ini dipimpin Ketua Tim Desk, Sabar M. Sitanggang, dan dihadiri oleh sejumlah pengurus cabor, di antaranya Taekwondo, Biliar, Judo, Bola Voli, dan Bulutangkis.
Dalam forum tersebut, ketiadaan fasilitas pendukung yang memadai menjadi keluhan utama dari beberapa cabang olahraga.
Bendahara Taekwondo Tanggamus, Agus Andi Wijaya, mengungkapkan, pihaknya belum memiliki sarana pertandingan berbasis Protector and Scoring System (PSS) yang kini menjadi standar nasional.
“Sistem ini sudah menjadi standar nasional, tetapi kami belum memilikinya karena harganya cukup mahal,” ungkap Agus.
Ia menyebutkan harga satu paket PSS berkisar antara Rp31 juta hingga Rp46 juta. Ia berharap Pemerintah Daerah dan KONI dapat merealisasikan proposal pembinaan demi kesiapan atlet.
Kendala fasilitas juga dialami oleh Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) dan Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Tanggamus.
Sekretaris POBSI Tanggamus, Thomas, menjelaskan, jjka 14 atlet biliar saat ini masih berlatih mandiri di tempat penyewaan biliar umum di wilayah Gisting dan Talang Padang karena belum memiliki meja biliar sendiri.
Meski demikian, POBSI tetap menargetkan perolehan dua medali emas pada Porprov 2026. Demikian pula dengan cabor Judo. Ketua PJSI Tanggamus, Rico, menyatakan bahwa 15 atletnya saat ini harus menumpang latihan di SMA Xaverius Pringsewu.
Untuk ajang Porprov mendatang, cabor Judo mematok target tiga emas, empat perak, dan lima perunggu.
Sementara itu, kesiapan juga dilaporkan oleh cabor Bola Voli (PBVSI) yang mempersiapkan 24 atlet dengan target perolehan dua medali emas, dan Bulutangkis (PBSI) yang membina 12 atlet dengan target perolehan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Melalui forum evaluasi terbuka ini, KONI Tanggamus berharap sinergi antara KONI, pengurus cabor, dan Pemerintah Daerah dapat semakin kuat sehingga proses pembinaan atlet berjalan maksimal dan prestasi Kabupaten Tanggamus di ajang Porprov Lampung 2026 dapat meningkat. (*)






