Caption : Ist
Hariannarasi.com, Mesuji – Situasi keamanan di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, dipastikan mulai berangsur kondusif pasca-insiden kerusuhan yang berujung aksi pembakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyatakan bahwa saat ini personel gabungan masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan susulan.
”Kondisi di lokasi saat ini sudah terkendali. Api yang sempat membakar sebagian bangunan pondok pesantren telah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran,” ujar Yuni dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Terkait perkembangan kasus, pihak kepolisian telah mengamankan satu orang yang diduga kuat terlibat dalam kerusuhan tersebut. Namun, identitas maupun peran detail dari terduga pelaku belum dibeberkan secara rinci demi kepentingan penyidikan yang masih berjalan.
“Kami masih mendalami sejumlah barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kronologi serta motif pasti di balik aksi pembakaran ini,” tambahnya.
Pemicu Kerusuhan
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kerusuhan massa tersebut diduga dipicu oleh kemarahan warga terkait munculnya dugaan tindak pidana pencabulan yang melibatkan salah satu pimpinan pondok pesantren tersebut. Kasus dugaan asusila itu sendiri saat ini sudah ditangani secara resmi oleh Polres Mesuji.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, dilaporkan memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus ini. Pihak Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk memproses hukum seluruh pihak yang terlibat secara profesional dan transparan, baik terkait dugaan pencabulan maupun aksi perusakan bangunan.
Polda Lampung mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga juga diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar luas di media sosial.
”Kami meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum. Jangan mudah terhasut oleh informasi yang bisa memicu konflik baru,” tegas Yuni.
Hingga saat ini, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi dilaporkan mulai kembali normal. Meski demikian, pengawasan ketat di sejumlah titik strategis di Kabupaten Mesuji tetap ditingkatkan guna menjamin stabilitas keamanan wilayah. (*)






