Waduh! 529 Ribu Warga Lampung ‘Kecanduan’ Pinjol, OJK Beri Pesan Menohok!

- Editor

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 529.069 rekening warga di wilayah setempat tercatat sebagai pengguna aktif layanan pinjaman online (pinjol) per Desember 2025. Total nilai outstanding (O/s) pinjaman tersebut tercatat mencapai Rp1,55 triliun. 

Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, menyatakan bahwa tingginya angka tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk persiapan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, OJK belum merinci besaran peningkatan transaksi pinjaman yang digunakan khusus untuk periode hari raya tersebut.

​”Dari jumlah tersebut digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, tidak terbatas hanya untuk persiapan Ramadan dan Lebaran,” ujar Otto.

Otto menjelaskan, tingginya penetrasi penggunaan layanan pinjol atau fintech Peer to Peer Lending (P2PL) dipengaruhi oleh kemudahan akses dan proses administrasi yang ringkas.

Menurutnya, proses pengajuan hingga pencairan dana melalui platform digital relatif lebih cepat dibandingkan dengan pinjaman perbankan konvensional. Selain itu, pemahaman masyarakat yang meningkat terhadap layanan fintech juga turut memicu tingginya minat penggunaan.

​Merespons tingginya jumlah pengguna pinjol di Lampung, OJK mengeluarkan peringatan agar masyarakat tetap bijak dan berhati-hati sebelum memutuskan untuk berutang. Otto secara khusus menekankan pentingnya penerapan prinsip “legal dan logis”.

​”Pastikan pinjaman berasal dari penyedia yang berizin dan diawasi OJK. Selain itu, masyarakat harus menghitung kemampuan membayar dan tidak memaksakan pinjaman hanya untuk memenuhi keinginan,” tegasnya.

​Lebih lanjut, OJK mengimbau calon peminjam untuk membaca secara detail syarat, ketentuan bunga, dan biaya tambahan yang ditawarkan. Pengguna juga ditekankan untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi guna menghindari potensi penyalahgunaan.

Sebagai langkah pencegahan agar warga tidak terjerat pinjol ilegal atau kredit macet, OJK Lampung menyatakan akan terus menggencarkan program edukasi literasi keuangan.

Edukasi tersebut disalurkan melalui sosialisasi tatap muka, kampanye di media sosial, hingga menjalin kerja sama lintas sektoral dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan media massa. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mendag Usulkan Kenaikan HET Minyakita, Menko Pangan Minta Kajian Ulang
Berdayakan Ekonomi Desa, Pemprov Lampung dan BRI Sinergikan Program Desaku Maju dan Desa BRILiaN
Sempat Kesulitan Modal, Perjuangan Agen BRILink Ini Berbuah Manis, Jadi Andalan Satu Kampung!
Gubernur Mirza: UMKM Adalah Tulang Punggung Perekonomian Lampung
Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Butuh Dana IMF, Bank Dunia dan S&P!
Tanggamus Go International! Ini Gebrakan Cerdas Bupati Saleh Pikat Pemodal Global di Forum APKASI
Vietnam Catat Ekspor Pangan US$70 Miliar di 2025, RI Bisa Apa?
Gila-gilaan! Freeport Panen 26 Ton Emas di 2026, Antam Langsung Borong Tanpa Sisa!
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:32 WIB

Waduh! 529 Ribu Warga Lampung ‘Kecanduan’ Pinjol, OJK Beri Pesan Menohok!

Kamis, 23 April 2026 - 08:24 WIB

Mendag Usulkan Kenaikan HET Minyakita, Menko Pangan Minta Kajian Ulang

Selasa, 21 April 2026 - 12:35 WIB

Berdayakan Ekonomi Desa, Pemprov Lampung dan BRI Sinergikan Program Desaku Maju dan Desa BRILiaN

Selasa, 21 April 2026 - 10:39 WIB

Sempat Kesulitan Modal, Perjuangan Agen BRILink Ini Berbuah Manis, Jadi Andalan Satu Kampung!

Senin, 20 April 2026 - 07:31 WIB

Gubernur Mirza: UMKM Adalah Tulang Punggung Perekonomian Lampung

Berita Terbaru