Kemendikdasmen: 80 Ribu Guru Pensiun Tiap Tahun, Tenaga Honorer Diminta Tidak Dirumahkan

- Editor

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat angka pensiun guru di Indonesia mencapai 70.000 hingga 80.000 orang per tahun.

Tingginya angka purna tugas ini menyebabkan akumulasi kekurangan tenaga pendidik secara nasional, sehingga pemerintah menginstruksikan agar sekolah tidak memberhentikan guru honorer yang ada saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyebutkan, pemenuhan kebutuhan guru merupakan prioritas mendesak yang harus segera dituntaskan. Keberadaan guru honorer dinilai sangat krusial untuk menutupi defisit pengajar tersebut.

​”Setiap tahun guru-guru kita pensiun 70.000 hingga 80.000. Kekurangan ini terus terakumulasi. Oleh karena itu, guru-guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami mengimbau untuk tidak dirumahkan karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran,” tegas Nunuk, Kamis (16/4/2026).

Fokus pada Percepatan Sertifikasi dan Beasiswa Guru

​Selain memastikan kuantitas pengajar terpenuhi, Kemendikdasmen juga terus mengebut program peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui percepatan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik. Nunuk mengungkapkan bahwa saat ini capaian sertifikasi guru secara nasional telah melampaui angka 92 persen.

​Bagi sisa guru yang belum tersertifikasi karena terkendala kualifikasi pendidikan Strata 1 (S1), pemerintah telah menyiapkan program afirmasi berupa beasiswa. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

​Berikut adalah rincian program dukungan kualifikasi akademik dari Kemendikdasmen:

1. Target Penerima 2026, sebanyak 150.000 guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1 akan difasilitasi beasiswa pendidikan.

2. Skema Program, beasiswa tersebut akan diberikan melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mulai berjalan pada tahun 2026.

3. Realisasi 2025, sebagai langkah awal, pada tahun lalu pemerintah telah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru dengan besaran nominal Rp 3 juta per semester.

Melalui langkah komprehensif ini, pemerintah menargetkan krisis jumlah pengajar dapat teratasi sekaligus memastikan mutu pendidikan nasional terus meningkat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi
Waspada Erupsi Susulan Anak Krakatau, Pemprov Lampung Mendadak Batalkan Sekolah Tatap Muka
Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!
Mahasiswa Baru Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pelaksanaan PBAK UIN RIL Banjir Kecaman
Resmi, UIN Raden Intan Lampung Kantongi Izin Buka Prodi Kedokteran
Prof Anna dan Prof Hamzah Mendaftar, Enam Kandidat Siap Bersaing dalam Pemilihan Rektor Unila
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus

Jumat, 11 September 2026 - 13:55 WIB

Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

Waspada Erupsi Susulan Anak Krakatau, Pemprov Lampung Mendadak Batalkan Sekolah Tatap Muka

Jumat, 4 September 2026 - 15:51 WIB

Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!

Berita Terbaru