Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Pelayanan kesehatan terintegrasi melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjend HM Ryacudu, Kabupaten Lampung Utara, dinilai masih amburadul dan dikeluhkan oleh masyarakat.
Pasalnya, sistem antrean digital yang seharusnya mempermudah pasien diduga diabaikan oleh pihak rumah sakit, ditambah lagi adanya temuan pemberian obat tanpa menggunakan kantong plastik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keluhan yang mencuat baru-baru ini, pendaftaran yang telah dilakukan secara daring melalui aplikasi MJKN tampaknya tidak terimplementasi dengan baik di lapangan.
Pasien yang sudah mendaftar via aplikasi dan mendapatkan nomor antrean digital justru tetap harus berhadapan dengan antrean yang tidak teratur saat tiba di rumah sakit.
Hal ini membuat tujuan utama MJKN untuk memangkas waktu tunggu pasien menjadi tidak berguna.
Selain masalah administrasi dan antrean, standar pelayanan kefarmasian di RSUD pelat merah tersebut juga menjadi sorotan tajam. Sejumlah pasien dilaporkan menerima obat dari bagian farmasi rumah sakit tanpa dibungkus kantong plastik.
Pasien terpaksa membawa pulang obat-obatan tersebut hanya dengan digenggam tangan atau dimasukkan ke dalam saku pakaian.
Ketiadaan fasilitas dasar sepele seperti kantong plastik obat ini memicu kekecewaan warga dan dinilai tidak mencerminkan standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi layanan yang dinilai kurang maksimal ini memunculkan desakan dari masyarakat Lampung Utara.
Warga berharap pihak manajemen RSUD Ryacudu dan instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terkait integrasi sistem antrean MJKN maupun perbaikan fasilitas dasar pelayanan pasien di lapangan. (*)






