Petani Lampung Full Senyum! Pemprov Siap Sulap 500 Desa Jadi Lumbung Cuan

- Editor

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung merencanakan pembangunan fasilitas pengering (dryer) komoditas pertanian secara masif di 500 desa sentra produksi.  

Langkah ini dilakukan melalui program strategis “Desaku Maju” guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian di tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini bertujuan agar petani memiliki daya tawar yang lebih baik. Dengan adanya alat pengering, proses hilirisasi komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong diharapkan dapat terlaksana langsung di desa.

“Melalui program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung merancang pembangunan pengering secara masif di 500 desa sentra produksi. Kami ingin pengolahan pakan ternak, produksi ayam, hingga distribusi pangan semua berbasis di desa,” ujar Gubernur Mirza, Kamis (5/3/2026).

Gubernur menjelaskan, selama ini sebagian besar komoditas utama Lampung masih keluar dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya justru dinikmati oleh daerah lain.

Ia mencontohkan produksi jagung Lampung yang mencapai 1,7 juta ton per tahun namun belum didukung sistem pengeringan yang memadai di tingkat desa.

“Jika jagung dikeringkan dan diolah menjadi pakan di desa, kita bisa mengurangi biaya logistik sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

Selain fasilitas pengering, Pemprov Lampung juga menyiapkan program pendukung lainnya, yakni penyaluran pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu menjadi penyerap (offtaker) komoditas lokal.

Program ini diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat, menahan perputaran modal di desa, serta memperkuat ketahanan pangan dan konsumsi protein masyarakat melalui distribusi hasil tani yang lebih efisien. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berkas P21, Dua Tersangka Korupsi Bawaslu Tulang Bawang Segera Disidangkan, Rugikan Negara Rp1,4 Miliar!
Pembayaran Siltap Molor Hingga 4 Bulan, Aparatur Tiyuh Kepung Pemkab Tubaba
Liput Proyek Gapura UIN Raden Intan, Dua Jurnalis di Lampung Dianiaya dan Lapor Polisi
Bawa Kunci T hingga Airsoft Gun, Dua Pelaku Curanmor Diringkus di Rajabasa
Kurang dari 6 Jam, Polisi Ringkus Dua Pembegal Pelajar di Terbanggi Besar
Jual Onderdil Curian di Facebook, Pemuda di Bunga Mayang Diringkus Polisi
Bahayakan Siswa, Operasional Dapur MBG di Lampung Utara Ditangguhkan, Polisi Selidiki Asal-usul ‘Peluru’ di Daging MBG
Heboh! Dugaan Skandal Asmara Oknum Guru SMAN 2 Kotaagung Berbuntut Panjang, Disdikbud Lampung Turun Tangan!
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Berkas P21, Dua Tersangka Korupsi Bawaslu Tulang Bawang Segera Disidangkan, Rugikan Negara Rp1,4 Miliar!

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Pembayaran Siltap Molor Hingga 4 Bulan, Aparatur Tiyuh Kepung Pemkab Tubaba

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Liput Proyek Gapura UIN Raden Intan, Dua Jurnalis di Lampung Dianiaya dan Lapor Polisi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Bawa Kunci T hingga Airsoft Gun, Dua Pelaku Curanmor Diringkus di Rajabasa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Jual Onderdil Curian di Facebook, Pemuda di Bunga Mayang Diringkus Polisi

Berita Terbaru

TEKNOLOGI

Ini Rekomendasi 7 HP 5G Terbaik, Termurah dan Terbaru!

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:11 WIB