Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Jakarta – Dua perusahaan investasi global dilaporkan melakukan aksi beli bersih (net buy) dalam skala besar terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sepanjang kuartal pertama (I) tahun 2026. Aksi akumulasi saham ini memperkuat posisi BBCA sebagai aset blue chip utama di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data keterbukaan informasi dan pergerakan pasar, duo investor raksasa tersebut memanfaatkan momentum awal tahun untuk meningkatkan porsi kepemilikan mereka. Langkah ini dilakukan di tengah performa keuangan BCA yang diproyeksikan tetap solid sepanjang tahun berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Analis pasar modal menyebutkan bahwa masuknya modal asing dari investor institusi tersebut dipicu oleh fundamental perusahaan yang kuat serta prospek pertumbuhan kredit yang stabil. Selain itu, kebijakan dividen BCA yang konsisten dinilai masih menjadi daya tarik utama bagi pemodal jangka panjang.
Hingga penutupan kuartal I/2026, aksi “serok” saham oleh kedua investor tersebut turut mendorong kenaikan harga saham BBCA ke level psikologis baru.
Aktivitas transaksi ini juga memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengingat bobot saham BBCA yang signifikan terhadap indeks.
Manajemen BCA menyatakan tetap fokus pada ekspansi digital dan penyaluran kredit yang pruden guna menjaga kepercayaan pemegang saham, termasuk investor institusi global yang baru saja menambah kepemilikan mereka.
Berdasarkan informasi terkait pergerakan pasar pada kuartal I/2026, dua investor raksasa global yang aktif menambah kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) adalah Vanguard dan BlackRock Inc.
Berikut adalah rincian aksi akumulasi yang dilakukan oleh kedua manajer investasi tersebut hingga awal Maret 2026:
1. Vanguard, tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sekitar 35,02 juta lembar saham. Dengan penambahan ini, Vanguard memperkokoh posisinya sebagai pemegang saham terbesar keempat di BCA dengan total kepemilikan sekitar 2,66 miliar lembar saham (setara 2,16%).
2. BlackRock Inc. Raksasa investasi asal Amerika Serikat ini juga menyerok sekitar 32 juta lembar saham BBCA. Aksi ini menempatkan BlackRock sebagai pemegang saham terbesar kelima dengan total kepemilikan mencapai 1,88 miliar lembar saham (setara 1,53%).
Selain kedua raksasa tersebut, laporan pasar juga mencatat aktivitas signifikan dari St. James’s Place (SJP) yang terpantau memborong sekitar 121,5 juta lembar saham BBCA sepanjang tahun berjalan 2026.
Langkah ini diambil oleh para investor institusi global di tengah fundamental perusahaan yang dinilai tetap solid dan prospek laba bersih yang diproyeksikan terus tumbuh positif pada tahun 2026. (*)






