Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung mengalokasikan Rp8,79 miliar untuk pengadaan 211 unit sepeda motor Honda Vario 160 pada anggaran murni 2027 menuai sorotan.
Sorotan muncul karena rencana belanja kendaraan tersebut dibahas di tengah kebutuhan seragam sekolah yang disebut masih membutuhkan anggaran lebih besar dari alokasi yang tersedia, serta persoalan distribusi yang dinilai kerap terlambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan rincian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang dibahas bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, pengadaan 211 unit motor itu memiliki pagu Rp8.799.966.000. Jika dibagi rata, nilai tersebut setara sekitar Rp41,71 juta per unit.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengingatkan agar penyusunan anggaran pendidikan 2027 lebih mengutamakan kebutuhan mendesak, terutama sarana dan prasarana sekolah serta pemenuhan kebutuhan peserta didik jenjang SD dan SMP.
Dalam pembahasan RKA, Asroni menyoroti kebutuhan pengadaan seragam sekolah yang memerlukan anggaran hampir Rp8,9 miliar. Sementara alokasi yang dibahas baru sekitar Rp5 miliar.
Ia mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan jika kebutuhan seragam belum terakomodasi secara memadai.
“Kalau ini enggak terlalu prioritas, tahun depan yang dianggarkan lagi yang lain,” kata Asroni dalam rapat pembahasan anggaran.
Menurutnya, pengadaan motor dapat dipertimbangkan kembali untuk dimasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan, sehingga anggaran murni 2027 bisa lebih dahulu diarahkan untuk kebutuhan mendesak.
Asroni juga menyinggung persoalan distribusi seragam sekolah yang dinilainya berulang kali terlambat dari tahun ke tahun.
“Untuk seragam untuk batik, kan jelas. Kenapa enggak yang Desember nih? Dari Desember baru didistribusikan. Itu kan terjadi apa? Dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramadhan, membenarkan pembahasan RKA murni 2027 masih mencakup penataan anggaran agar selaras dengan prioritas dan program pemerintah kota.
Ia menyebut anggaran Disdikbud pada 2027 mengalami penurunan sekitar Rp4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Enggak, kalau dari 2026 turun, sekitar 4 miliar kalau nggak salah, saya lihat,” ujar Nur Ramadhan seusai pembahasan RKA bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis, 15 Oktober 2026.
Terkait rencana pengadaan motor untuk kepala sekolah, Nur Ramadhan menyebut alokasi tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh Komisi IV dan Badan Anggaran (Banggar).
“Semua kepala sekolah. Tapi masih mau dibahas lagi di Banang oleh Komisi,” katanya.
Ia menjelaskan, pengadaan kendaraan direncanakan untuk mendukung mobilitas kepala sekolah.
“Ya, untuk memudahkan mobilisasi kepala-kepala sekolah aja, penginnya Bunda supaya kepala sekolah itu bisa lebih apa, fleksibel, lebih cepat,” ujarnya.
Rencana pengadaan 211 unit motor tersebut masih dalam tahap pembahasan RKA murni 2027 dan belum menjadi keputusan final. (*)






