Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Mesuji – Kematian Yulia (38), perempuan yang ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit Desa Gedung Boga, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, masih menyisakan tanda tanya.
Jenazah Yulia ditemukan pada Minggu, 12 Oktober 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Hingga kini penyebab kematiannya belum diketahui pasti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga korban mendesak kepolisian mengusut rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal, termasuk informasi yang menyebut adanya aktivitas terakhir korban di sebuah rumah kos di kawasan KTM Mesuji pada 21 Oktober 2026.
Adik kandung korban, Sandi Hasan Jaya, mengatakan hasil autopsi belum diterima keluarga. Menurut dia, hasil pemeriksaan masih menunggu dari Jakarta.
“Hasil autopsi belum keluar, masih menunggu dari Jakarta,” ujar Sandi kepada tim media, Rabu (22/10/2026).
Sandi bersama anak almarhumah sempat mendatangi rumah kos yang diduga pernah ditempati Yulia sehari sebelum ditemukan meninggal. Pengurus kos membenarkan Yulia sempat mengontrak di tempat tersebut.
Dari penelusuran keluarga, muncul keterangan dari seorang penghuni kos yang identitasnya tidak dipublikasikan. Keterangan tersebut diterima Sandi melalui sambungan telepon.
Saksi itu mengaku dimintai bantuan oleh seorang pria diduga berinisial J untuk mengangkat Yulia dari dalam kos ke dalam mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam dalam kondisi diduga tidak sadarkan diri.
“Ya, Bang, saya juga sempat membantu mengangkat almarhumah ke dalam mobil Pajero Sport warna hitam diduga dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saya dimintai tolong oleh yang diduga berinisial J,” kata saksi sebagaimana dituturkan Sandi kepada tim media.
Peristiwa pemindahan itu, menurut keterangan saksi, terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pada 11 Oktober 2026.
Dengan demikian, terdapat rentang waktu kurang dari 1×24 jam antara waktu pemindahan dari kos dan waktu penemuan jenazah di kebun sawit.
Seluruh keterangan waktu dan rangkaian peristiwa tersebut masih memerlukan verifikasi dari pemeriksaan saksi, bukti pendukung, dan keterangan resmi kepolisian.
Di lokasi kos, keluarga juga menyebut pengurus kos sempat mendokumentasikan kendaraan yang diduga digunakan untuk membawa Yulia. Keluarga berharap dokumentasi tersebut diperiksa penyidik jika masih tersedia dan relevan.
Selain itu, keluarga mempertanyakan akses terhadap rekaman CCTV di lokasi kos. Menurut Sandi, pengurus kos menyampaikan rekaman tidak boleh diutak-atik atas pesan dari kepolisian dan sebagian telah diamankan.
“Gak boleh diutak-atik, itu pesan dari kepolisian dan sudah ada rekaman yang diamankan kepolisian,” ujar pengurus kos sebagaimana disampaikan kembali oleh Sandi.
Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi langsung dari saksi yang bersangkutan, klarifikasi dari pria diduga berinisial J, maupun pernyataan resmi dari kepolisian terkait pengamanan rekaman CCTV dan dokumentasi kendaraan tersebut.
Sandi menegaskan keluarga masih menaruh kepercayaan kepada Polres Mesuji untuk mengungkap penyebab kematian Yulia secara profesional dan objektif.
Keluarga juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memberikan kejelasan penyebab kematian.
Keluarga berharap setiap petunjuk ditelusuri sesuai prosedur hukum agar fakta terungkap dan spekulasi tidak berkembang di masyarakat. (*)






