Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Antrean panjang pengisian BBM bersubsidi jenis solar di Bandar Lampung dipicu banyaknya truk dari luar daerah yang mengisi solar di wilayah kota.
Fakta itu terungkap saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung melakukan pengawasan pembelian BBM subsidi di sejumlah SPBU, Selasa, 13 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Satpol PP Provinsi Lampung, Gadriyanto Abung, mengatakan pengawasan dilakukan sesuai arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pada hari pertama, petugas memantau tujuh dari total 41 SPBU yang ada di Bandar Lampung.
Dari tujuh SPBU tersebut, terdapat 37 nozzle biosolar yang menjadi fokus pengawasan. Antrean panjang didominasi kendaraan besar pengangkut barang yang akan mengisi solar subsidi.
“Hasil kita memang rata-rata itu mobil besar-besar. Ada kendala di luar Kota Bandar Lampung, contohnya mereka ini dari Sumsel, misalkan dari Baturaja, membawa semen,” kata Gadriyanto saat dikonfirmasi Lampung Geh, Rabu, 14 Oktober 2026.
Gadriyanto menyebut, truk-truk pengangkut semen dari Baturaja, Sumatera Selatan, kesulitan mendapatkan solar di daerah asal.
Sejumlah SPBU yang dilalui, seperti di wilayah Martapura, Lampung Tengah, dan Lampung Utara, dilaporkan kehabisan stok biosolar.
Kondisi kekosongan stok di luar Bandar Lampung itu membuat kendaraan angkutan berat mencari solar hingga ke Bandar Lampung.
“Stok BBM yang kosong di luar Kota Bandar Lampung sehingga mereka banyak mengisi, yang menumpuk di Bandar Lampung,” ujarnya.
Pada pengawasan hari pertama, Satpol PP belum menemukan pelanggaran terkait ketidaksesuaian barcode MyPertamina dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). (*)
Berikut video lengkapnya:






