Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Barat – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindak kekerasan oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat terhadap seorang Master of Ceremony (MC) di sebuah acara musik organ tunggal viral di media sosial.
Insiden tersebut memicu kecaman keras dari publik dan langsung mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan narasi yang beredar dalam video viral tersebut, keributan diduga dipicu karena oknum anggota DPRD itu merasa tersinggung lantaran tidak dipanggil naik ke atas panggung. Hal tersebut diduga membuatnya mengamuk dan memukul MC yang sedang memandu acara.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menyatakan bahwa partainya akan menindaklanjuti insiden tersebut melalui mekanisme Komite Etik dan Disiplin.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Lampung Barat akan memanggil oknum anggota dewan yang diketahui berinisial M tersebut.
Lebih lanjut, kader yang bersangkutan juga akan dipanggil ke Jakarta untuk dimintai keterangan secara langsung.
Komarudin juga telah menginstruksikan jajaran Komite Etik untuk turun langsung ke Lampung guna menelusuri kebenaran insiden ini.
”Yang pasti, partai tidak menoleransi anggota yang arogan dan bertindak semena-mena terhadap rakyat,” tegas Komarudin dalam pesan tertulisnya pada Senin (19/10/2026) malam, dikutip dari rilis id.
Ia memastikan, apabila oknum tersebut terbukti bersalah, partai akan menjatuhkan sanksi organisasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Tindakan oknum wakil rakyat tersebut memicu kemarahan luar biasa dari warganet di berbagai platform media sosial. Banyak masyarakat yang menilai tindakan tersebut sangat norak dan merupakan bentuk arogansi kekuasaan.
Warganet mengingatkan, anggota dewan seharusnya sadar bahwa mereka dipilih oleh rakyat, bukan malah bertindak semena-mena.
Selain itu, desakan agar aparat kepolisian mengambil tindakan hukum yang tegas juga disuarakan oleh netizen, termasuk tuntutan agar oknum tersebut dilengserkan dari jabatannya.
Bahkan, muncul kecurigaan dari sejumlah warganet di kolom komentar yang menduga oknum tersebut sedang dalam kondisi mabuk minuman keras (tuak) sehingga tidak bisa mengontrol emosinya, serta mendesak agar pihak berwajib melakukan tes urine terhadap pelaku. (*)






