Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bengkulu – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Desa Selinsingan, Bengkulu Selatan, Ibu Ilun, berhasil mengembangkan usaha jagung marning hingga mampu membeli kebun kelapa sawit dan membangun rumah.
Pencapaian ini didorong oleh pemanfaatan akses permodalan dari BRI Unit Pasar Tais secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan kemitraan Ibu Ilun dengan BRI dimulai pada tahun 2018. Pada tahap awal, ia menerima kucuran dana sebesar Rp5 juta yang sepenuhnya dialokasikan sebagai modal untuk memproduksi dan berdagang jagung marning.
Delapan tahun berselang, kapasitas bisnis Ibu Ilun mencatatkan pertumbuhan signifikan. Mantri pemrakarsa pembiayaan BRI Unit Pasar Tais, Bustori Arisanto, mengonfirmasi, status keanggotaan Ibu Ilun sebagai nasabah tetap aktif dengan rekam jejak yang positif.
Peningkatan skala usaha tersebut membuat plafon pinjaman kredit Ibu Ilun kini naik menjadi Rp100 juta.
Hasil dari pembiayaan dan pengelolaan usaha yang konsisten tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan volume produksi jagung marning, tetapi juga pada ekspansi aset.
Keuntungan usaha berhasil diputar kembali ke sektor produktif, memungkinkan Ibu Ilun untuk membeli lahan perkebunan kelapa sawit serta membangun rumah tinggal.
Menanggapi keberhasilan nasabahnya, Pemimpin Cabang BRI Kanca Manna, Iif Hudzaifah, menjelaskan, rekam jejak Ibu Ilun merupakan representasi dari efektivitas program pemberdayaan UMKM.
”BRI terus berkomitmen memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iif.
Pihak BRI menyatakan akan terus berupaya tidak sekadar menyalurkan dana pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan secara konsisten mulai dari tahap rintisan modal awal hingga UMKM mampu mengembangkan skala bisnis dan aset produktif mereka. (*)






