Tapir Langka Viral Mati Disembelih Warga di Mesuji, Polisi dan BKSDA Buru Pelaku!

- Editor

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Mesuji – Seekor tapir (Tapirus indicus) yang sempat viral karena berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, ditemukan mati mengenaskan.

Satwa langka yang dilindungi oleh negara tersebut diduga tewas disembelih oleh sejumlah warga setempat, sebuah tindakan yang kini memicu kecaman luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan kronologi kejadian, kemunculan tapir di jalan raya awalnya terekam dan beredar luas di media sosial pada Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam video tersebut, satwa itu tampak berjalan di badan jalan sebelum akhirnya dikejar oleh sejumlah warga.

Hanya selang beberapa jam kemudian, muncul video susulan yang memperlihatkan satwa tersebut telah menjadi korban aksi brutal hingga berujung pada kematian.

​Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung, di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, menyatakan, pihaknya sebenarnya telah bergerak merespons laporan awal mengenai keberadaan tapir itu.

Perwakilan SKW III Lampung, M. Husen, menjelaskan, pemantauan dan upaya evakuasi sudah dilakukan di lokasi dengan dibantu oleh mitra BKSDA dan personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

​”Namun menjelang Maghrib kami mendapatkan video laporan satwa tersebut justru disembelih,” ungkap Husen, menyayangkan bahwa evakuasi didahului oleh tindakan sepihak warga.

​Menindaklanjuti aksi pembunuhan satwa dilindungi ini, pihak berwajib langsung turun tangan. Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut dan menyatakan telah menerjunkan personel kepolisian ke tempat kejadian perkara (TKP).

​”Tekab 308 sedang memburu para pelakunya. Kita tunggu saja perkembangannya,” tegas AKBP Muhammad Firdaus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (2/7/2026).

​Pihak BKSDA juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini ke ranah hukum. Saat ini, koordinasi intensif telah dilakukan dengan Polres Mesuji, termasuk penyerahan barang bukti awal berupa dokumentasi dan rekaman video yang beredar untuk mempermudah proses penyelidikan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Tubaba Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satu Pelaku Diringkus
Polresta Bandar Lampung Amankan 2 Mobil Pikup dan 3 Ton BBM Subsidi di Tanjung Bintang, 3 Orang Diperiksa!
Viral Penipuan 100 Dus Tepung Ketan Rp32 Juta, Truk dari Tangerang ke Lampung Ditemukan Kosong
GRAK Lampung Sebut Klarifikasi Karutan Sukadana Bentuk Pembodohan Publik, Tantang Buka Data Anggaran Makanan Napi Secara Terbuka
Dituding Miring Soal Anggaran Makanan Napi, Karutan Sukadana Akhirnya Buka Suara
Usai Ringkus 3 Penadah, Polsek Wonosobo Tembak Pelaku Utama Curanmor di Tanggamus
Enam Kebakaran Hantam Pringsewu dalam Sehari, Kerugian Tembus Ratusan Juta!
Aktivitas Erupsi Meningkat Tajam, Gunung Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat!
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Polres Tubaba Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, Satu Pelaku Diringkus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Polresta Bandar Lampung Amankan 2 Mobil Pikup dan 3 Ton BBM Subsidi di Tanjung Bintang, 3 Orang Diperiksa!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Viral Penipuan 100 Dus Tepung Ketan Rp32 Juta, Truk dari Tangerang ke Lampung Ditemukan Kosong

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:38 WIB

GRAK Lampung Sebut Klarifikasi Karutan Sukadana Bentuk Pembodohan Publik, Tantang Buka Data Anggaran Makanan Napi Secara Terbuka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Dituding Miring Soal Anggaran Makanan Napi, Karutan Sukadana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru