Sambil Santai Elus Kucing, Wapres Gibran Beri Pesan Menohok Soal AI untuk Pelajar!

- Editor

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa (Dok. IG @gibran_rakabuming)

Hariannarasi.com, Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengimbau para pelajar, guru, dan orang tua untuk memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak di bidang pendidikan. 

Imbauan tersebut disampaikannya melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya (@gibran_rakabuming) pada Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gibran menegaskan, AI harus digunakan sebagai alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah proses belajar, seperti mencari informasi dan memahami materi rumit.

Ia mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan teknologi ini sebagai jalan pintas yang membuat mereka malas berpikir. “Saya ingin kalian memahami bahwa AI adalah alat untuk mempercepat, bukan alat untuk membuat kalian malas,” ujar Gibran.

Ia juga menyoroti pergeseran literasi saat ini mengharuskan masyarakat untuk tidak hanya menguasai kemampuan baca tulis, tetapi juga literasi digital dengan tetap menjaga daya kritis.

Selain kepada pelajar, Wapres mendorong para tenaga pendidik untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan AI. Menurutnya, AI dapat membantu meringankan tugas-tugas administratif guru, seperti menyusun materi atau soal-soal pembelajaran.

Dengan demikian, guru dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada pembentukan karakter dan pendekatan humanis kepada siswa.

​Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga mengingatkan peran penting orang tua. Ia meminta para orang tua agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman dan terus mendampingi anak-anaknya agar teknologi tersebut dimanfaatkan secara positif.

​Lebih lanjut, Wapres menekankan pentingnya aspek etika dan integritas dalam penggunaan AI. Ia memperingatkan bahwa kemajuan teknologi berpotensi membawa dampak negatif apabila tidak dilandasi etika.

“Teknologi tanpa etika itu berbahaya. AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoaks, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Asyik Pidato, Prabowo: Mau Sembayang Jumat Ini, PKS Sudah Lirik-lirik
Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc
Pemerintah Tetapkan Syarat dan Jadwal Pencairan BLT 2026, Sanksi Tegas Menanti Pelaku Judol!
11 Pemda di Lampung Ramai-Ramai Ajukan Hutang, Total Nilai Tembus Rp2 Triliun!
Pemerintah Serahkan 3 Surpres ke DPR RI, Siapa Pilihan Istana?
Dugaan Peran Raffi Ahmad di Balik Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo
Prabowo: Kecerdasan Tak Melulu Soal Pendidikan Formal
Hashim Djojohadikusumo Pastikan Program MBG Lanjut, Kecuali Jika Prabowo Kalah di Pemilu 2029
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Asyik Pidato, Prabowo: Mau Sembayang Jumat Ini, PKS Sudah Lirik-lirik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir, Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Pemerintah Tetapkan Syarat dan Jadwal Pencairan BLT 2026, Sanksi Tegas Menanti Pelaku Judol!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:59 WIB

11 Pemda di Lampung Ramai-Ramai Ajukan Hutang, Total Nilai Tembus Rp2 Triliun!

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Pemerintah Serahkan 3 Surpres ke DPR RI, Siapa Pilihan Istana?

Berita Terbaru

NASIONAL

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:17 WIB