Astaga! Belum Kelar Kasus Ulat, Petugas MBG di Lampung Barat Ini Malah Joget Remix Tanpa Masker!

- Editor

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Barat – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Barat kembali menuai kritik. Beredar sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah petugas masak bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar sanitasi sambil berjoget diiringi musik remix

Berdasarkan video berdurasi 47 detik tersebut, para petugas masak terlihat tidak mengenakan sarung tangan, masker penutup wajah, dan penutup kepala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan sementara, lokasi kejadian berada di dapur SPPG Bumasya Cooking, Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat terkait jaminan kebersihan dan higienitas makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

Terlebih, insiden ini terjadi tak lama setelah temuan ulat dan daging alot pada menu MBG di wilayah yang sama beberapa waktu lalu.

​Indra, salah seorang warga Kecamatan Balik Bukit, menilai kejadian ini merupakan bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap program MBG di Lampung Barat.

​”Sangat disayangkan. Belum reda permasalahan ulat di Pasar Liwa, sekarang muncul masalah baru. Ini menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat serta evaluasi menyeluruh, baik untuk pemilik dapur, kepala SPPG, maupun relawannya,” ujar Indra.

Kritik tajam juga disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Independent GERMASI, Wahdi Syarif. Ia menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pengabaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sterilisasi dapur.

“Ini bukan sekadar soal joget, tapi SOP yang diabaikan. Makanan ini dikonsumsi manusia, khususnya anak-anak. Jika dari dapurnya saja tidak higienis, ini jelas berisiko langsung pada kesehatan publik,” tegas Wahdi, dikutip dari Kupastuntas.

Lebih lanjut, Wahdi menyoroti dugaan penggunaan anggaran operasional yang disebut berada di kisaran Rp3.000.

Menurutnya, dana tersebut seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan APD dasar. Ia juga mempertanyakan kompetensi dan kelayakan para pekerja dapur.

​”Kalau anggaran itu ada, ke mana larinya? Selain itu, apakah mereka (pekerja) memiliki sertifikat penjamah makanan? Jika tidak, berarti ada pembiaran serius dalam perekrutan dan pengawasan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa, Fajri, belum memberikan respons maupun klarifikasi saat dihubungi terkait dugaan pelanggaran SOP di lokasi dapur yang dipimpinnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cegah Maladministrasi, Pemprov Lampung dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi Layanan Publik
Terlindas Truk Pertamina di Jalan ZA Pagar Alam,  Mahasiswa Asal Natar Tewas!
Gejolak di Pemprov! Ratusan Personel Satpol PP Lampung Tuntut Komandannya Sendiri Dicopot!
Canangkan Desa Cantik 2026, Wabub Tanggamus Tandatangani Komitmen EPSS
Bikin Geger! Cuma Karena Pandangan Terhalang, Kadis Levi Ancam Gebuk Wartawan!
Datang sebagai Saksi, Pulang Tangan Terborgol: Dua Alat Bukti Tercukupi, Kejati Tahan Arinal!
Wali Kota Sedang Sambutan, Kadis PSDA Lampung Ini Malah Usir dan Ancam Wartawan!
Itera Resmi Luncurkan Smart BRT Rute Itera-MBK, Tarif Hanya Rp5.000
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:45 WIB

Cegah Maladministrasi, Pemprov Lampung dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi Layanan Publik

Rabu, 29 April 2026 - 10:30 WIB

Terlindas Truk Pertamina di Jalan ZA Pagar Alam,  Mahasiswa Asal Natar Tewas!

Rabu, 29 April 2026 - 09:36 WIB

Gejolak di Pemprov! Ratusan Personel Satpol PP Lampung Tuntut Komandannya Sendiri Dicopot!

Rabu, 29 April 2026 - 08:17 WIB

Canangkan Desa Cantik 2026, Wabub Tanggamus Tandatangani Komitmen EPSS

Rabu, 29 April 2026 - 05:48 WIB

Bikin Geger! Cuma Karena Pandangan Terhalang, Kadis Levi Ancam Gebuk Wartawan!

Berita Terbaru