Tak Ingin Kecolongan, Ini Janji Dishub Bandar Lampung Usai Warga Ngamuk Blokir Rel Garuntang!

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung merespons aksi pemblokiran perlintasan kereta api oleh warga di kawasan Garuntang, Kecamatan Panjang. 

Menanggapi insiden tersebut, Dishub menyatakan akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan petugas di perlintasan tanpa palang pintu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Dishub Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menegaskan bahwa wewenang pengelolaan perlintasan rel kereta api pada dasarnya berada di tangan pemerintah pusat melalui Balai Pengelola Perkeretaapian (BPT) dan PT KAI.

​”Pada prinsipnya perlintasan rel itu kewenangannya ada di pusat, baik di Balai maupun KAI. Tapi ketika ada hasil musyawarah atau evaluasi, pemerintah daerah juga bisa membantu menyikapi,” ujar Socrat.

Terkait aksi blokade oleh warga, Socrat mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan, terutama yang belum memiliki palang pintu, adalah tanggung jawab bersama.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. “Kalau melintasi rel kereta api itu wajib berhenti, lihat kanan dan kiri. Karena memang masih banyak perlintasan yang belum berpalang,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan keselamatan, Pemerintah Kota Bandar Lampung sebelumnya telah menginisiasi penempatan petugas jaga di sejumlah titik rawan.

Saat ini, bantuan penjagaan dari Dishub telah dikerahkan di wilayah Komarudin, Bumi Manti, Sonokeling, dan Kuala Ketapang. Langkah ini diambil dengan seizin dan koordinasi dari pemerintah pusat.

​Mengenai potensi penambahan titik penjagaan baru usai insiden di Garuntang, Dishub Bandar Lampung menyatakan hal tersebut sangat memungkinkan. Namun, prosesnya tidak bisa dilakukan serta-merta.

​”Kita tidak bisa langsung, harus izin dulu dengan Balai. Nanti kita evaluasi bersama, tidak menutup kemungkinan ada penambahan titik,” tambah Socrat.

Meski demikian, Socrat mengonfirmasi bahwa untuk tahun 2026 ini, belum ada rencana pasti terkait penambahan petugas jaga di perlintasan baru. Keputusan akhir masih harus menunggu hasil evaluasi menyeluruh dan rapat koordinasi lanjutan dengan instansi perkeretaapian terkait. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apes! Antar Penumpang dari Bandar Lampung ke Natar, Motor Driver Maxim dan HP Malah Dibawa Kabur
Pemuda di Pringsewu Bacok Ayah Kandung, Pelaku Dievakuasi ke RSJ 
Apes! Ditinggal Rekannya Kabur, Satu Pelaku Curanmor di Lamtim Dimassa
Keluarga Korban Tewas di Karaoke Lamtim Bantah Randi Mengamuk dan Minta Pemilik Diperiksa, Diduga Pekerjakan LC di Bawah Umur
Viral Begal Di Way Sulan Lamsel Ternyata Settingan, Uang Rp5,5 Juta Ludes Buat Judol!
Nongkrong Hingga Jam 2 Pagi di Stadion Pahoman, Puluhan Remaja Dibubarkan Polresta, Botol Miras Berserakan!
Enam Bulan Buron, Pelaku Ketiga Curas Wisatawan Pantai Limau Tanggamus Diciduk! 
Pembunuhan Wanita dalam Got di Teluk Betung Terungkap, Rizki Habisi Nyawa Sepupu Sendiri Pakai Balok Kayu!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:05 WIB

Apes! Antar Penumpang dari Bandar Lampung ke Natar, Motor Driver Maxim dan HP Malah Dibawa Kabur

Minggu, 1 November 2026 - 15:49 WIB

Pemuda di Pringsewu Bacok Ayah Kandung, Pelaku Dievakuasi ke RSJ 

Minggu, 1 November 2026 - 15:44 WIB

Apes! Ditinggal Rekannya Kabur, Satu Pelaku Curanmor di Lamtim Dimassa

Minggu, 1 November 2026 - 15:35 WIB

Viral Begal Di Way Sulan Lamsel Ternyata Settingan, Uang Rp5,5 Juta Ludes Buat Judol!

Minggu, 1 November 2026 - 14:51 WIB

Nongkrong Hingga Jam 2 Pagi di Stadion Pahoman, Puluhan Remaja Dibubarkan Polresta, Botol Miras Berserakan!

Berita Terbaru