Ogah Keluar Rp17 T Buat Board of Peace, Prabowo Pilih Kirim Pasukan!

- Editor

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Keputusan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menolak kewajiban kontribusi sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 17 triliun) untuk keanggotaan permanen Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menjadi sorotan sejumlah media internasional pada Senin (23/3/2026).

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak pernah menjanjikan komitmen finansial tersebut dan lebih memilih berkontribusi melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi ini disampaikan Prabowo pada Minggu (22/3/2026) menyusul adanya polemik di dalam negeri terkait potensi beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),”

“Ada dua jenis keanggotaan, jika ingin menjadi anggota permanen atau premium, diminta kontribusi 1 miliar dollar AS. Tapi saya tidak pernah mengatakan kita bersedia membayar itu.

“Sejak awal ketika kami diundang bergabung, saya sudah mengatakan kami tidak pernah berkomitmen secara finansial sama sekali,” tegas Prabowo.

​Sikap resmi Jakarta ini langsung mendapat perhatian dari berbagai kantor berita asing, di antaranya Bernama (Malaysia), Channel News Asia (Singapura), dan AFP (Perancis).

Kantor berita Bernama menyoroti pihak BoP sebenarnya hanya menanyakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian, bukan meminta komitmen dana.

Laporan tersebut juga mencatat, Indonesia tidak hadir dalam pertemuan donor pendiri di Washington pada 19 Februari lalu, dan lebih memilih fokus pada pengiriman bantuan kemanusiaan serta pembangunan rumah sakit di Palestina.

Sementara itu, Channel News Asia (CNA) menggarisbawahi komitmen konkret Indonesia di lapangan. CNA melaporkan rencana Indonesia untuk mengirimkan hingga 8.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

Terkait hal ini, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk menyediakan pasukan dalam jumlah berapa pun yang dibutuhkan, meskipun rencana tersebut saat ini masih tertunda akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan kompleksitas syarat politik.

​Dari sudut pandang yang lebih kritis, media asal Perancis, AFP, menyoroti skema keanggotaan BoP yang dinilai kontroversial. Syarat iuran 1 miliar dollar AS tersebut memicu kritik global karena dianggap menyerupai sistem transaksional (pay-to-play).

Menurut AFP, penolakan Indonesia untuk membayar iuran tersebut dipandang sebagai sikap menjaga prinsip.

AFP juga mencatat ketegasan Presiden Prabowo yang membuka kemungkinan untuk menarik diri dari keanggotaan BoP apabila forum tersebut tidak sejalan dengan kepentingan nasional atau tidak memberikan keuntungan bagi kemerdekaan Palestina. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral! Mobil Bekas Dapur MBG Tiba-Tiba Dijual Obral Cuma Rp40 Jutaan, Kok Bisa?
Borong Genteng Jatiwangi Rp3 Miliar, Pemerintah Mulai Program Gentengisasi!
Atasi Konflik Gajah di TN Way Kambas, Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar!
PENTING! Sebelum ‘Pulkam’, Pemudik Wajib Simak Imbauan dari Jasa Marga
Bisa Tenang! Komisi V DPR RI Beri ‘Lampu Hijau’ Buat Kamu yang Mau Mudik Pakai Motor
Wartawan Dilarang Minta THR! Dewan Pers Keluarkan Surat Edaran Jelang Lebaran 2026
Targetkan 1 Juta Penumpang, Bandara Radin Inten II ‘Kebut’ Persiapan Lebaran 2026!
Waduh, Idul Fitri Tahun Ini Nggak Serentak? Kemenag Buka Suara Jelang Sidang Isbat 19 Maret!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 14:59 WIB

Ogah Keluar Rp17 T Buat Board of Peace, Prabowo Pilih Kirim Pasukan!

Senin, 23 Maret 2026 - 05:16 WIB

Viral! Mobil Bekas Dapur MBG Tiba-Tiba Dijual Obral Cuma Rp40 Jutaan, Kok Bisa?

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:23 WIB

Borong Genteng Jatiwangi Rp3 Miliar, Pemerintah Mulai Program Gentengisasi!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:25 WIB

Atasi Konflik Gajah di TN Way Kambas, Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar!

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:54 WIB

PENTING! Sebelum ‘Pulkam’, Pemudik Wajib Simak Imbauan dari Jasa Marga

Berita Terbaru