Atasi Konflik Gajah di TN Way Kambas, Prabowo Kucurkan Rp839 Miliar!

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengalokasikan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp 839 miliar untuk pembangunan pagar, kanal, serta restorasi ekosistem di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Provinsi Lampung. 

Langkah strategis ini diambil guna menyelesaikan konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah liar di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana pengalokasian dana ini diumumkan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026).

Menurut Menhut, proyek pembangunan infrastruktur pembatas dan pemulihan habitat ini akan melibatkan satuan Zeni TNI Angkatan Darat untuk memastikan ketahanan dan kualitas bangunan.

Kebijakan pemerintah pusat ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Ia menilai langkah Presiden merupakan solusi nyata atas masalah keselamatan warga dan kerusakan lahan pertanian yang selama ini kerap diakibatkan oleh keluarnya gajah dari kawasan taman nasional.

​“Perhatian Bapak Presiden kepada warga sekitar Way Kambas sangat luar biasa. Beliau memahami bahwa konflik antara manusia dan gajah sudah berlangsung puluhan tahun dan harus segera diselesaikan secara menyeluruh,” kata Gubernur Mirza dalam keterangan resminya, Jumat (14/3/2026).

Mirza menegaskan bahwa pembangunan pagar dan kanal ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa di habitat aslinya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi lintas sektor agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga akan menjalankan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang bermukim di luar kawasan pemisah.

Program yang direncanakan meliputi pengembangan budi daya lebah madu serta penyediaan pakan ternak yang selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Melalui langkah komprehensif ini, pemerintah berharap konflik antara satwa dan manusia di Way Kambas dapat ditekan secara permanen, tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat maupun kelestarian alam. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Pelabuhan, Bandara, hingga Kampus Rusak Berat
Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 
Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:55 WIB

MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Berita Terbaru

NASIONAL

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:17 WIB