Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tanggamus, Mukhlis Basri, secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran kader dan Fraksi Gerindra DPRD Tanggamus untuk tegak lurus mendukung program dan kebijakan Bupati Tanggamus, Hi. Moh Saleh Asnawi.
Instruksi tersebut disampaikan Mukhlis dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri pengurus Anak Cabang (PAC), ranting, serta anggota dewan Fraksi Gerindra di Kantor DPC Gerindra, Kecamatan Gisting, Rabu (18/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini juga dihadiri Bupati Saleh Asnawi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina DPC Gerindra Tanggamus.
Menurut Mukhlis, instruksi ini dikeluarkan karena Saleh Asnawi dinilai sebagai pemimpin yang tepat, berintegritas, tulus bekerja, dan tidak menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri.
”Baru ada pemimpin yang betul-betul tulus ingin membangun Kabupaten Tanggamus, dan harus kita akui itu dari sekian tahun Tanggamus berdiri,” tegas Mukhlis di hadapan para kader.
Untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan legislatif, Mukhlis secara khusus meminta anggota DPRD Fraksi Gerindra untuk lebih proaktif menjalin komunikasi.
“Fraksi-fraksi saya ini mungkin ada waktu untuk berkomunikasi, bertemu, dan berbincang dengan Pak Bupati di berbagai kesempatan, baik dinas maupun di luar kedinasan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi menyambut baik dukungan tersebut dan mengingatkan pentingnya peran partai politik dalam pembangunan negara dan daerah.
Dalam kesempatan itu, Saleh juga memaparkan sejumlah capaian infrastruktur selama satu tahun masa jabatannya.
Beberapa capaian yang disoroti antara lain pembangunan jalan di Kecamatan Umbar, perbaikan jembatan, dan pembangunan Kampung Nelayan di Kecamatan Limau. Selain infrastruktur, ia juga membeberkan rencana pembangunan pabrik kopi di Kecamatan Ulu Belu pada tahun ini.
Saleh menjelaskan, tahun ini Kabupaten Tanggamus mendapatkan bantuan dana dari pemerintah provinsi sebesar Rp81 miliar, meningkat dari tahun lalu yang berkisar di angka Rp50 miliar. Bantuan dari pemerintah pusat juga dijadwalkan akan segera turun.
“Jika ada pabrik kopi, pemerintah dapat pajak yang dialokasikan untuk kepentingan rakyat. Rakyat sekitar dapat CSR, lapangan kerja terbuka, dan yang lebih pasti harga kopi tidak bisa dimainkan oleh pengepul. Jadi, banyak program kita tahun ini,” pungkas Saleh. (*)






