Kerap Kritik Pemerintah, Prabowo Ancam Ingin Tertibkan Pengamat?!

- Editor

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan akan menertibkan para pengamat yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintahannya. 

Rencana ini menuai reaksi keras dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menilainya sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo menuding sejumlah pengamat bersikap tidak patriotik dan memiliki motif tersembunyi.

Ia mengklaim telah mengantongi laporan intelijen terkait pihak-pihak yang membiayai para pengamat tersebut. Menurut Prabowo, para pengkritik itu kehilangan sumber pendanaan karena kebijakan pemerintah yang tegas terhadap koruptor.

“Terutama maling-maling, koruptor-koruptor, (mereka) merasa rugi dong dengan pemerintahan kami. Kami mau tertibkan. Pada saatnya lah kami tertibkan itu semua, tapi sekarang kami masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan,” jelas Prabowo.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua YLBHI Muhammad Isnur, pada Sabtu (14/3/2026), menilai pidato Presiden sangat berbahaya.

Isnur mengkhawatirkan pernyataan itu akan diterjemahkan oleh aparat bawahan di lapangan sebagai instruksi untuk membungkam pihak-pihak yang kritis terhadap pemerintah.

“Ini ancaman. Pidato tersebut menunjukkan watak arogansi dan antikritik dari Prabowo. Ini bagian yang menjadi karakter otoritarian Soeharto yang menempel di Prabowo,” tegas Isnur.

Ia menambahkan, dalam negara demokrasi, kritik adalah ruang yang esensial, namun Presiden dinilai semakin enggan mendengarkan kritik dan hanya ingin mendengar laporan baik dari bawahannya.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo merespons negatif para pengkritiknya. Sebelumnya, pada 12 Januari 2026, ia juga pernah menuding segelintir orang yang kerap mencemooh dan menyebarkan pandangan negatif terhadap pemerintah sebagai pihak yang dibayar oleh kekuatan asing. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rangga Putra Hakim Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Tanggamus, Targetkan 12 Kursi Legislatif!
Reshuffle Kabinet Prabowo: 6 Pejabat Baru Ini Bikin Publik Kaget, Cek Daftarnya!
Usai Acara PSI, Gubernur Lampung dan Ketum PSI Kaesang ‘Nongkrong’ Bareng, Apa yang Dibahas?
Panas! Wali Kota Absen, Dua Anggota DPRD Kota Metro Walkout dari Rapat Paripurna LKPJ
42 Kader PKB Lampung Bertarung Rebut 15 Kursi Ketua DPC, Uji Layak Jadi Penentu!
Gila-gilaan! Dana Hibah Parpol di Lampung Meroket 100 Persen, Tembus Rp20,9 Miliar!
NasDem Lampung Kecam Isu Merger dengan Gerindra, Herman HN Ancam Demo Kantor Tempo
Jokowi Efek! 15-20 Anggota DPR Aktif Diklaim Akan Tinggalkan Jabatan demi Bergabung dengan PSI
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:57 WIB

Rangga Putra Hakim Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Tanggamus, Targetkan 12 Kursi Legislatif!

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo: 6 Pejabat Baru Ini Bikin Publik Kaget, Cek Daftarnya!

Senin, 20 April 2026 - 18:54 WIB

Usai Acara PSI, Gubernur Lampung dan Ketum PSI Kaesang ‘Nongkrong’ Bareng, Apa yang Dibahas?

Senin, 20 April 2026 - 18:00 WIB

Panas! Wali Kota Absen, Dua Anggota DPRD Kota Metro Walkout dari Rapat Paripurna LKPJ

Sabtu, 18 April 2026 - 10:17 WIB

42 Kader PKB Lampung Bertarung Rebut 15 Kursi Ketua DPC, Uji Layak Jadi Penentu!

Berita Terbaru

OLAHRAGA

Jelang Porprov 2026, PSTI Tanggamus Bidik Dua Emas

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:01 WIB