Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Pemerintah resmi memulai program “gentengisasi” untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Jawa Barat dengan memborong produk UMKM asal Jatiwangi, Majalengka senilai Rp 3 miliar.
Peluncuran program ini ditandai dengan pelepasan 14 truk bermuatan 75.000 genteng oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pada Rabu (11/3/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri PKP yang akrab disapa Ara tersebut menjelaskan, langkah ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan perumahan ditargetkan tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal.
”UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” ujar Ara melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
Total komitmen transaksi Rp 3 miliar tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Rinciannya meliputi program perbaikan 250 unit rumah dari Pemprov Jawa Barat dengan potensi belanja genteng mencapai Rp 500 juta, serta perbaikan 1.715 unit rumah oleh Pemkab Majalengka senilai Rp 1,5 miliar.
Sisanya, sekitar Rp 1 miliar, dialokasikan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat untuk 900 rumah di Majalengka.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyambut positif kolaborasi ini karena program perbaikan rumah di wilayahnya secara langsung akan menyerap dan menghidupkan kembali industri genteng dari pengusaha lokal Jatiwangi.
Selain terserap oleh program pemerintah, genteng Jatiwangi juga mulai diminati pihak swasta. Sejumlah pengembang perumahan dari Bogor dan Serang turut memesan produk UMKM ini untuk proyek mereka.
Di samping itu, Menteri PKP secara pribadi juga memesan 10 truk genteng untuk didonasikan bagi pembangunan rumah prajurit TNI sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. (*)






