Caption : Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi.
Hariannarasi.com, Teheran – Ditengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah, pihak Iran dilaporkan menolak keras desakan maupun tawaran gencatan senjata.
Teheran secara tegas menyatakan bahwa upaya damai tersebut tidak akan terwujud, dan menegaskan bahwa situasi saat ini telah menjadi perang terbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap keras tersebut menjadi sorotan luas setelah kutipan pernyataan dari kantor berita Iran, Tasnim News Agency, beredar di berbagai platform pembaruan konflik Gaza.
Dalam laporan tersebut, pihak Iran merespons permintaan gencatan senjata dari pihak lawan dengan penolakan mutlak.
“Mereka mengemis gencatan senjata. Tidak, tidak, tidak! Tidak akan pernah terjadi. Ini perang habis-habisan,” demikian kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi seperti yang dilansir dari Tasnim Agency.
Melansir dari berbagai sumber, retorika keras ini mencerminkan sikap tanpa kompromi Iran di tengah ketegangan yang melibatkan Israel dan proksi-proksi Iran yang tergabung dalam “Poros Perlawanan” (termasuk Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon).
Pernyataan ini diduga kuat merupakan respons terhadap tekanan militer maupun diplomatik yang ditujukan kepada Iran dan sekutunya belakangan ini.
Otoritas di Teheran sebelumnya telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam memberikan dukungan terhadap perlawanan Palestina.
Mereka menilai seruan gencatan senjata dari pihak Barat dan sekutunya seringkali digunakan hanya sebagai taktik untuk mengulur waktu di tengah kerugian militer.
Pernyataan “perang habis-habisan” ini semakin memperumit upaya mediasi yang tengah diupayakan oleh komunitas internasional.
Hal ini juga menjadi sinyalemen kuat bahwa konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berpusat pada krisis di Gaza, berpotensi akan berlangsung lebih panjang dan meluas. (*)






