Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Jakarta – Pemerintah resmi meluncurkan program “Gentengisasi” sebagai bagian dari skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dalam program ini, setiap rumah yang terdaftar akan menerima bantuan dana renovasi atap dengan nilai berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menekan pertumbuhan kawasan kumuh di Indonesia.
“Pemerintah menyiapkan bantuan gentengisasi dalam skema BSPS dengan nilai kebutuhan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per rumah,” ujar Maruarar dalam keterangannya, beberapa waktu yang lalu. (*)
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah akan mulai menggunakan basis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2026. Data tersebut akan mempertimbangkan jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan di setiap daerah agar penyaluran bantuan lebih akurat.
Selain pemberian dana tunai, pemerintah juga mengintegrasikan program ini dengan sejumlah skema pembiayaan perumahan lainnya, seperti Tapera, PNM, SMF, dan KUR Perumahan.
Langkah integrasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan dan meringankan beban finansial masyarakat dalam memperbaiki tempat tinggal mereka.
Sebagai tahap awal, sebanyak 52 rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, telah dipilih menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk program Gentengisasi ini.
Melalui perbaikan kualitas atap, pemerintah berharap hunian masyarakat menjadi lebih layak serta mendorong kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat. (*)






