Butuh Double Track! Rel Tunggal KAI di Lampung Dinilai Sudah Tak Layak

- Editor

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Jalur rel kereta api tunggal di Provinsi Lampung dinilai telah mencapai batas kapasitasnya dan menjadi penghambat utama distribusi logistik di wilayah Gerbang Sumatera.  

Pemerhati pembangunan, Mahendra Utama, menyerukan percepatan pembangunan rel ganda (double track) untuk mengatasi masalah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahendra menyampaikan pernyataannya pada Senin, 2 Februari 2026. Menurutnya, rel tunggal tidak lagi mampu menangani volume lalu lintas kereta penumpang dan barang, khususnya komoditas batu bara dari Sumatera Selatan ke Pelabuhan Tarahan.

Hal ini menyebabkan penundaan beruntun yang mengurangi daya saing ekspor daerah.
“Rel tunggal di Lampung faktanya sudah tidak sanggup lagi. Ini bukan sekadar teori, tapi hambatan nyata bagi mobilitas orang hingga distribusi barang,” kata Mahendra.

Ia menyoroti upaya PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang telah menyiapkan 20 kereta barang dari Pelabuhan Panjang sebagai solusi sementara.

Namun, Mahendra menilai langkah tersebut belum menyelesaikan akar masalah infrastruktur yang jenuh. “Tidak ada obat lain kecuali menambah kapasitas jalur,” ujarnya.

Mahendra membandingkan kondisi ini dengan keberhasilan transformasi rel ganda di Pulau Jawa, seperti jalur Cirebon-Surabaya sepanjang 727 kilometer.

Pembangunan tersebut berhasil memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya dari 11 jam menjadi 8,5 jam, serta mengalihkan satu juta kontainer per tahun dari jalan raya ke rel.

Dampaknya termasuk pengurangan kemacetan di Pantura, penurunan konsumsi bahan bakar minyak, dan penurunan biaya logistik.

Di Lampung, Mahendra mengusulkan pembangunan double track yang menghubungkan sentra produksi di Sumatera Selatan seperti Prabumulih-Tanjung Enim dengan pelabuhan Tarahan dan Bakauheni.

Ia memperkirakan biaya logistik bisa dipangkas hingga 30 persen, yang akan meningkatkan daya tarik investor dan kesejahteraan masyarakat di Lampung serta Sumatera Selatan.

Mahendra mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan PT KAI, termasuk target penyelesaian rel dua jalur di Waykanan hingga Lampung Utara.

Namun, ia mengingatkan agar proyek tersebut tidak meleset dari jadwal. “Gerbang Sumatera tidak boleh lagi tersandera rel tunggal yang sekarat,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel
Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon
Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang
ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol
Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran
Simpan 11 Klip Sabu, Dua Warga Labuhan Maringgai Diringkus Polisi
25 Jam Mengamuk, Gunung Anak Krakatau Kini Beralih ke Fase Strombolian!
Curi Toyota Rush, Pemuda Lampung Utara Diringkus Saat Hendak Jual Mobil di Bandar Lampung
Berita ini 965 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:21 WIB

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran

Berita Terbaru