Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, selama dua hari berturut-turut pada 25–26 Januari 2026.
Berdasarkan data Balai TNWK, total luas lahan yang terdampak mencapai 2.685,43 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Humas Balai TNWK, Nandri Yulianto, mengonfirmasi bahwa api merambat dengan cepat dan berdampak parah pada lima resort di wilayah konservasi tersebut.
“Total ada sekitar lima resort yang terdampak cukup parah akibat rembetan api permukaan,” ujar Nandri beberapa waktu lalu.
Kronologi dan Sebaran Titik Api
Kebakaran terdeteksi di beberapa titik strategis. Titik pertama muncul di Simpang Roden, Resor Rawa Bunder, dengan luas area terbakar 107,06 hektare.
Titik kedua berada di Simpang 3 Sartam yang mencakup Resort Susukan Baru dan RPTN Toto Projo seluas 271,99 hektare.
Dampak paling signifikan terjadi di wilayah SPTN II Bungur, di mana api menghanguskan lebih dari 2.000 hektare lahan yang meliputi:
1. RPTN Rantau Jaya: 1.236,53 hektare (terbagi dalam dua blok).
2. RPTN Umbul Salam: 792,43 hektare.
Api dilaporkan mendominasi area alang-alang dan semak belukar yang mengering. Selain vegetasi bawah, sejumlah tegakan pohon penting seperti sengganen, sempu, dan puspa juga turut terdampak dalam insiden ini.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman di lokasi-lokasi terdampak untuk mencegah meluasnya api ke area hutan inti.
Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, pihak Balai TNWK mengungkapkan adanya kecurigaan kuat terkait unsur kesengajaan. Hal ini didasari oleh kondisi cuaca yang saat ini masih berada dalam musim penghujan.
“Masih belum bisa dipastikan penyebabnya, tetapi melihat kondisi cuaca yang sedang musim hujan, tidak menutup kemungkinan ada unsur kesengajaan,” ujar Zaidi. (*)






