Koperasi Merah Putih di Ujung Tanduk? Pemkot Bandarlampung Akui Kesulitan Cari Lahan

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menghadapi kendala serius dalam realisasi program Koperasi Merah Putih di 126 kelurahan. 

Keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai dan penundaan kucuran modal akibat efisiensi anggaran menjadi hambatan utama program penguatan ekonomi kerakyatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandarlampung, Riana Apriana, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi aset daerah yang berpotensi digunakan sebagai lokasi gerai. Ia mengakui bahwa pengadaan lahan di tingkat kelurahan tidak semudah di wilayah pedesaan.

“Pemkot memang tidak secara khusus menyediakan lahan untuk pembangunan gerai koperasi. Saat ini kami masih menginventarisasi aset daerah yang bisa dimanfaatkan,” ujar Riana di Bandarlampung, Rabu (21/1).

​Riana menjelaskan, kondisi aset di tiap kelurahan sangat beragam. Sejumlah kantor kelurahan tercatat tidak memiliki kelebihan lahan, bahkan beberapa di antaranya masih berstatus bangunan sewa karena ketiadaan aset milik pemerintah kota di wilayah tersebut.

​Sebagai solusi alternatif, Pemkot Bandarlampung membuka peluang partisipasi masyarakat melalui hibah lahan. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemanfaatan sisa lahan pada fasilitas umum, seperti area sekolah milik pemerintah kota yang masih memiliki ruang terbuka.

​“Bisa saja gerai koperasi dibangun di atas lahan sekolah milik pemerintah kota yang masih memiliki kelebihan lahan,” tambahnya.

Modal Rp100 Juta Ditunda

Selain persoalan fisik bangunan, realisasi bantuan modal awal sebesar Rp100 juta untuk setiap koperasi juga dipastikan tertunda. Riana menyebutkan bahwa anggaran pemerintah saat ini sedang difokuskan pada program prioritas infrastruktur dasar.

​“Rencananya setiap koperasi akan mendapat modal Rp100 juta, namun saat ini belum bisa direalisasikan karena masa efisiensi anggaran. Pemerintah kota memprioritaskan pembiayaan mendesak seperti perbaikan drainase dan infrastruktur lainnya,” jelas Riana.

Meskipun menghadapi kendala teknis dan finansial, Riana menegaskan komitmen Pemkot Bandarlampung terhadap program ini tetap berjalan.

Saat ini, sebagian kecil koperasi telah mulai beroperasi secara mandiri dengan memanfaatkan skema sewa lahan atau pinjam pakai secara sederhana.

Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi koperasi serba usaha yang melayani simpan pinjam, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan UMKM di tingkat kelurahan guna memperkuat ekonomi warga setempat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Aparatur Desa di Pesibar, Kerugian Tembus Rp6,7 Miliar! 
​6 Bulan Buron, Pelaku Pencurian Mobil Brio di Pantai Sanggar Lamsel Dihadiahi Timah Panas Polisi
10 Hari Tanpa Jejak, Operasi SAR 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan
Santap Nasi Udang MBG, 11 Murid MI Maarif Lamsel Muntah-muntah hingga Harus Diinfus
Dinilai Abaikan Pekerja, Buruh Lampung Desak DPRD Bawa 10 Tuntutan Cipta Kerja ke Presiden
Viral! Video Oknum Guru SMAN 2 Kotaagung Ngamar di Hotel Pringsewu!
Dibacok Anak Punk di Bandar Lampung, ‘Pak Ogah’ Asal Tanggamus Terkendala Biaya RS Rp40 Juta
Polisi Gulung Dua Pengedar Narkoba di Pringsewu, 15 Paket Sabu Disita!
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:16 WIB

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Aparatur Desa di Pesibar, Kerugian Tembus Rp6,7 Miliar! 

Kamis, 17 September 2026 - 16:50 WIB

​6 Bulan Buron, Pelaku Pencurian Mobil Brio di Pantai Sanggar Lamsel Dihadiahi Timah Panas Polisi

Kamis, 17 September 2026 - 16:41 WIB

10 Hari Tanpa Jejak, Operasi SAR 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Resmi Dihentikan

Kamis, 17 September 2026 - 10:43 WIB

Santap Nasi Udang MBG, 11 Murid MI Maarif Lamsel Muntah-muntah hingga Harus Diinfus

Kamis, 17 September 2026 - 10:33 WIB

Dinilai Abaikan Pekerja, Buruh Lampung Desak DPRD Bawa 10 Tuntutan Cipta Kerja ke Presiden

Berita Terbaru