Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai Politik, Dukung Anies di 2029

- Editor

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Panggung politik Tanah Air kembali berderit. Hari Minggu (18/1) kemarin, sebuah narasi besar sedang disusun di tengah riuhnya aspirasi akar rumput. 

Kelompok yang selama ini kita kenal sebagai Gerakan Rakyat akhirnya memantapkan langkah, menanggalkan jubah relawan untuk mengenakan seragam partai politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bukan sekadar urusan administratif pendaftaran ke Kemenkumham. Ini adalah pernyataan sikap. Dibalik deklarasi tersebut, ada satu nama yang tetap menjadi pusat perhatian, yakni Anies Rasyid Baswedan.

​Bagi pengamat politik kawakan, langkah Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi parpol adalah sebuah keniscayaan sejarah. Pola “relawan menjadi partai” ini seolah mengonfirmasi bahwa dalam konstelasi politik kita, dukungan moral saja tidak cukup tanpa adanya kendaraan legal yang mampu melaju di jalur formal pemilu.

Targetnya pun tak tanggung-tanggung. Deklarasi ini secara eksplisit mengusung misi tunggal, Menjadikan Anies Baswedan sebagai Presiden.

“Kami tidak lagi sekadar menanti di pinggir lapangan. Dengan menjadi partai, kami membangun ‘rumah’ yang kokoh bagi gagasan perubahan yang dibawa Anies,” ujar salah satu inisiator dalam kerumunan massa yang memadati lokasi deklarasi.

​Namun, jalan menuju Istana bagi partai baru bukanlah karpet merah yang bertabur bunga. Menarik untuk disimak bagaimana entitas baru ini akan melakukan penetrasi ke wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis kuat partai-partai mapan.

​Transformasi Gerakan Rakyat adalah bukti bahwa dahaga akan alternatif kepemimpinan masih sangat terasa. Bagi Anies, ini adalah modal politik yang signifikan—sebuah mesin yang sejak awal didesain khusus untuk kepentingannya.

Kini, bola ada di tangan para pengurus partai baru ini. Apakah mereka mampu mengubah militansi relawan menjadi disiplin partai, ataukah ini hanya akan menjadi ornamen tambahan dalam riuh rendah demokrasi kita menjelang 2029? Kita tunggu bagaimana bidak-bidak ini dimainkan di atas papan catur politik nasional. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU
Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!
Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031
Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?
Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’
Budi Arie Minta Maaf Terkait Video Viral Bersama Jokowi, Tegaskan Isu Pergantian Kekuasaan Murni Analisis Pribadi
Dedi Mulyadi Disebut Pindah ke PSI, Gerindra Jabar Sebut Hanya Rumor
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 03:26 WIB

Darah Pendiri Kembali Memimpin, Cicit Mbah Hasyim Asy’ari Resmi Jadi Ketum PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Pesan Menohok Jokowi Soal Kekuasaan: Kalau Sakti, Jangan Suka Menjatuhkan!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, KH Miftachul Akhyar Resmi Ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU 2026-2031

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Cek Ombak Menuju 2029: Wacana Duet Gibran-KDM, Bayangi Prabowo?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kericuhan dan ‘Adu Jotos’ Warnai Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Massa Tolak Aturan ‘Iddah’

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Geng Remaja Bermotor Blokade Underpass ZA Pagar Alam, Polisi Kemana?!

Senin, 31 Agu 2026 - 12:43 WIB