Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Ditengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kian menghimpit daya beli masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Kantor Cabang Bandar Jaya kembali menunjukkan wajah humanisnya.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI menyalurkan sedikitnya 1.500 paket sembako bagi warga di Bumi Ragom Gawu Jejamo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran bantuan ini dipusatkan di Kecamatan Seputih Agung, bekerja sama dengan Yayasan Tunas Cendikia. Langkah kolaboratif ini diambil untuk memastikan bantuan menjangkau tangan yang tepat, terutama keluarga-keluarga di sekitar yayasan dan sejumlah kampung penyangga di wilayah tersebut.
Setiap paket yang dibagikan berisi komoditas krusial seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir—tiga instrumen pangan yang kerap menjadi beban utama dapur rumah tangga saat ini.
Pemimpin Cabang BRI Bandar Jaya, Mochamad Chandra Ariesta, menegaskan bahwa eksistensi BRI tidak boleh hanya dipandang sebatas angka-angka perbankan atau transaksi finansial semata. Menurutnya, ada tanggung jawab moral bagi korporasi untuk hadir sebagai “oase” di tengah tantangan ekonomi masyarakat.
“BRI hadir bukan sekadar untuk melayani urusan perbankan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi sosial di lingkungan tempat kami bertumbuh. Melalui TJSL ini, kami berharap dapat meringankan sedikit beban masyarakat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Chandra.
Sinergi untuk Kesejahteraan
Apresiasi tinggi datang dari pihak Yayasan Tunas Cendikia. Mereka menilai langkah BRI Bandar Jaya sebagai bentuk kepekaan sosial yang patut dicontoh. Sinergi antara sektor perbankan dan lembaga sosial lokal dianggap sebagai formula efektif untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan di tingkat akar rumput.
Pihak yayasan berharap, ikatan kerja sama ini tidak berhenti pada seremonial pembagian sembako saja, melainkan terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan masyarakat lainnya di masa depan.
Upaya konsisten melalui payung “BRI Peduli” ini kian mempertegas peran bank pelat merah tersebut sebagai agen pembangunan (agent of development).
Tidak hanya memperkuat sendi-sendi ekonomi lewat kredit mikro, tetapi juga memperkokoh jaring pengaman sosial bagi masyarakat luas. (*)






