Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Penantian panjang masyarakat Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, akan infrastruktur jembatan yang layak akhirnya terjawab.
Isolasi wilayah yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga kini terurai dengan diresmikannya Jembatan Gantung ‘Garuda’ oleh Pangdam II/(Radin Inten), Mayjen TNI Kristomei Sianturi, pada Selasa (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Infrastruktur ini bukan sekadar penghubung fisik antar-wilayah, melainkan simbol hadirnya negara hingga ke pelosok desa. Kehadirannya menjadi oase bagi dinamika sosial dan ekonomi warga yang selama ini mendambakan kelancaran distribusi hasil bumi dan mobilitas harian.
Suasana di lokasi peresmian terasa kental dengan nuansa kultural. Kedatangan rombongan Pangdam yang didampingi Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, disambut dengan prosesi Pincak Khakot.
Tarian bela diri khas Lampung ini disuguhkan sebagai manifestasi penghormatan tertinggi masyarakat adat setempat terhadap tamu agung yang membawa kabar baik bagi wilayah mereka.
Turut hadir menyaksikan momen bersejarah ini sejumlah petinggi, antara lain Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, Anggota DPRD Tanggamus Romzi Edy, serta perwakilan Gubernur Lampung dan para tokoh adat setempat.
Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam amanatnya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menggarisbawahi bahwa pembangunan jembatan ini adalah ejawantah dari komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional.
“Kami berharap jembatan ini dapat membantu kelancaran akses masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi hasil bumi. Ini adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pembangunan infrastruktur di bawah pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Jenderal bintang dua tersebut.
Senada dengan Pangdam, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat.
Ia menekankan bahwa sinergi adalah kunci suksesnya berbagai program strategis nasional di daerah, khususnya di Kabupaten Tanggamus.
Mewakili suara masyarakat, Anggota DPRD Tanggamus, Romzi Edy, tak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut Jembatan Gantung ‘Garuda’ sebagai mimpi yang menjadi nyata bagi warga Pekon Umbar.
Apresiasi mendalam ia sampaikan kepada jajaran TNI yang telah bekerja keras merealisasikan aspirasi warga tersebut. Acara peresmian ditutup dengan sentuhan kemanusiaan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi.
Dengan berdirinya Jembatan Gantung Garuda, diharapkan roda ekonomi di Kecamatan Kelumbayan dapat berputar lebih kencang, dan membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Tanggamus. (*)






