Caption : ist (Dok. Undercover)
Hariannarasi.com, Tanggamus – Dibalik rimbunnya belantara dan aliran Sungai Way Umbar yang membelah Pekon Umbar, sebuah harapan sedang dirajut.
Disana, deru kerja keras puluhan personel gabungan bukan sekadar membangun struktur fisik, melainkan sedang menyambung urat nadi kehidupan yang selama ini terputus oleh jeram dan jarak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pangdam Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini adalah manifestasi nyata kehadiran negara di wilayah-wilayah yang selama ini nyaris terlupakan oleh peta pembangunan.
“Jembatan ini adalah jawaban atas dahaga masyarakat akan aksesitas. Kita bicara soal bagaimana hasil bumi bisa keluar dengan cepat, bagaimana anak sekolah tak perlu bertaruh nyawa menyeberang sungai, dan bagaimana layanan kesehatan bisa hadir tepat waktu,” ujar Sang Jenderal.
Hingga berita ini diturunkan, progres fisik di lapangan menunjukkan tren positif. Fondasi utama berupa lubang anchor bentangan bawah serta konstruksi garpu telah rampung sepenuhnya. Kini, fokus beralih pada pembentangan seling baja yang telah menyentuh angka 60 persen.
Bagi Kristomei, kecepatan bukanlah satu-satunya parameter. Ia menginstruksikan agar setiap jengkal pemasangan papan lantai, ram kawat, hingga gelagar melintang tetap mengacu pada standar teknis yang ketat.
”Kami tidak hanya mengejar target waktu, tapi memastikan ketahanan jangka panjang. Keselamatan warga adalah prioritas absolut yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Keunikan proyek ini terletak pada kolaborasi kolektif yang melibatkan 49 personel. Tidak hanya seragam loreng TNI yang terlihat berkeringat di lokasi, tetapi juga sinergi dari Polri, Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), BPBD, Tagana, hingga aparat pekon dan warga setempat.
Pemandangan di Sungai Way Umbar menjadi potret hidup tentang semangat gotong royong yang masih mengakar kuat. Kerja sama lintas sektoral ini terbukti menjadi alat pemersatu ditengah tantangan medan yang berat.
Lebih dari sekadar semen dan baja, Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan menjadi simbol integrasi sosial. Pangdam berharap, sesaat setelah jembatan ini kokoh berdiri, ia akan menjadi katalisator ekonomi bagi warga Pekon Umbar dan sekitarnya.
Kehadiran jembatan ini nantinya akan menghapus stigmadaerah terpencil dan menggantinya dengan harapan baru bagi masa depan mobilitas masyarakat di pelosok Tanggamus. (*)






