Caption : ist
Hariannarasi.com, Krui – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat pada Kamis (18/12).
Mengawali agenda di Pasar Way Batu, Gubernur berdialog langsung dengan pedagang guna membedah problematika harga komoditas di tingkat bawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu poin krusial yang mencuat adalah keluhan petani cabai lokal. Romlah, seorang petani asal Desa Mandiri, membeberkan realitas pahit.
Tingginya biaya produksi (mencapai Rp200 juta untuk 2 hektare) berbanding terbalik dengan harga jual yang anjlok akibat banjir pasokan cabai dari Pulau Jawa.
Merespons hal ini, Gubernur Mirza menegaskan urgensi pengaturan distribusi, Harga cabai lokal berisiko terjun bebas dari Rp60.000 ke kisaran Rp20.000–Rp30.000 akibat oversupply.
Lantaran masalah tersebut, Gubernur Mirza menginstruksikan Dinas Perdagangan untuk menghitung presisi kebutuhan pasar agar pasokan luar daerah tidak mematikan harga petani lokal.
“Menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan keuntungan petani agar sektor pertanian tetap bergairah,” ungkapnya.
RSUD KH. M. Thohir: Antisipasi Rujukan Jauh
Selain urusan perut, Gubernur meninjau progres RSUD KH. M. Thohir. Rumah sakit tipe C hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan ini diproyeksikan menjadi solusi atas kendala akses kesehatan di Pesisir Barat.
“Selama ini warga harus menempuh jarak jauh ke Bandar Lampung untuk rujukan. Kehadiran RS tipe C ini adalah langkah konkret memutus rantai tersebut,” ujar Mirza.
Gubernur menekankan bahwa fasilitas medis yang mumpuni bukan sekadar layanan publik, melainkan infrastruktur pendukung vital bagi Pesisir Barat yang kini tumbuh sebagai destinasi wisata internasional. (*)






