LBH Bandar Lampung Tolak Keras Rencana Alih Fungsi Lahan TN Way Kambas

- Editor

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung secara tegas menyatakan penolakan mutlak terhadap segala bentuk rencana maupun upaya pengalihan fungsi lahan di kawasan konservasi vital, Taman Nasional Way Kambas (TNWK).  

Sikap ini diambil menyusul kekhawatiran serius akan potensi krisis ekologis yang makin parah, peningkatan risiko bencana alam, serta dampak kerugian yang tak terelakkan bagi masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur LBH Bandar Lampung, Prabowo Pamungkas, tanpa tedeng aling-aling menegaskan bahwa perubahan fungsi kawasan konservasi hanya akan menjadi pintu masuk bagi eksploitasi sumber daya alam yang sarat kepentingan pihak tertentu.

“Alih fungsi kawasan konservasi adalah resep pasti untuk memperparah krisis ekologis, meningkatkan risiko bencana, dan membuka ruang eksploitasi yang hanya menguntungkan segelintir korporasi, sementara masyarakat luas menanggung kerugian jangka panjang,” ujar Prabowo dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (14/12).

​LBH Bandar Lampung secara khusus menyoroti tragedi bencana alam berulang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai cermin nyata dampak destruktif dari alih fungsi hutan yang masif.

​Menurut LBH, serentetan kasus banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan lingkungan yang terjadi membuktikan hilangnya fungsi ekologis hutan sebagai penyangga kehidupan.

​“Kebijakan yang mengorbankan kawasan lindung demi dalih investasi telah membawa konsekuensi fatal bagi keselamatan publik. Situasi genting ini tidak boleh terulang di Lampung, apalagi menyasar kawasan strategis seperti Taman Nasional Way Kambas,” tandasnya.

Peran Kunci TNWK Terancam

​LBH menekankan posisi strategis TNWK dalam menjaga keseimbangan ekosistem, regulasi tata air, dan perlindungan keanekaragaman hayati. Kawasan ini merupakan benteng terakhir bagi satwa-satwa kritis seperti gajah Sumatera, badak Sumatera, dan harimau Sumatera, yang statusnya kini berada di ambang kepunahan.

​“Alih fungsi lahan di kawasan ini sama saja dengan mempercepat laju kepunahan satwa, merusak tatanan rantai ekosistem, dan menghilangkan fungsi kawasan sebagai perlindungan keanekaragaman hayati di Lampung,” kata Prabowo.

Lebih jauh, LBH Bandar Lampung menilai perusakan lahan TNWK akan mempersempit ruang gerak gajah Sumatera, yang pada akhirnya akan meningkatkan frekuensi dan intensitas konflik antara satwa liar dengan komunitas warga yang bermukim di sekitar kawasan konservasi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 
Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita
Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai
Polres Lampung Utara Gandeng Denpom Kotabumi Razia Hiburan Malam, Sasar Dua Karaoke!
Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 
Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram
Waspada! Pekan Depan Polres Tanggamus Angkut Motor Knalpot Brong, RX King Kena Ultimatum
Gerebek Besar di Pesawaran: 401 Polisi Datang Bandar Hilang? 6 Pelajar Malah Diamankan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:48 WIB

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 

Minggu, 8 November 2026 - 11:36 WIB

Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita

Minggu, 8 November 2026 - 07:56 WIB

Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai

Minggu, 8 November 2026 - 07:28 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 

Sabtu, 7 November 2026 - 17:41 WIB

Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram

Berita Terbaru