Sekdaprov ‘Warning Keras’ OPD Lampung : Aplikasi Lampung In Harus Jadi Kebutuhan Masyarakat

- Editor

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Transformasi digital pelayanan publik di Provinsi Lampung menghadapi tantangan internal. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. H. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., melontarkan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih giat dan optimal dalam menyukseskan Aplikasi Lampung-In. 

Peringatan tersebut disampaikan Marindo saat memimpin rapat evaluasi Aplikasi Lampung-In bersama Tim Jakarta Smart City (JSC) di ruang kerjanya, Kamis (4/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan yang dihadiri Diskominfotik, Bappeda, dan BPKAD Lampung, serta Tim JSC secara virtual, menjadi forum peninjauan ulang terhadap laju digitalisasi pelayanan yang dinilai belum mencapai titik maksimal.

​Marindo menegaskan bahwa Lampung-In merupakan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur, hasil adopsi platform JAKI dari DKI Jakarta. Meski aplikasi telah berjalan delapan bulan dan menjaring 39 ribu pengguna, Sekdaprov menyoroti kurang optimalnya sosialisasi dan realisasi program di lapangan.

​”Lampung-In harus menjadi kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengaduan, informasi publik, bahkan sampai harga pasar komoditas. Seluruh OPD harus bekerja maksimal,” tegas Marindo, menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan Diskominfotik sebagai pengelola aplikasi pasca transisi dari Bappeda.

Dorongan dari Jakarta Smart City

​Dari sisi mitra strategis, Tim JSC, yang dipimpin P. Ariadi Limbong, mengapresiasi capaian Lampung-In yang telah mengintegrasikan lebih dari 15 layanan SPBE OPD. Namun, Ketua PMO JSC, Mahir, mewanti-wanti Pemprov Lampung agar tidak terjebak dalam zona nyaman.

​”Ini membawa marwah Pemprov Lampung. Tahun 2026 harus ada strategi baru agar Lampung-In tetap dinamis, tidak stagnan,” ujar Mahir.

Untuk menghindari kemandegan, Tim JSC merekomendasikan sejumlah pengembangan krusial, termasuk integrasi NIK untuk validasi pengguna, fitur privasi pengaduan, penguatan dashboard analitik, serta integrasi sistem hingga tingkat kabupaten/kota.

Ariadi Limbong menambahkan bahwa keberhasilan platform digital seperti JAKI ditopang oleh ekosistem kerja yang inovatif dan dorongan kuat dari kepemimpinan daerah.

Menutup evaluasi, Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh mengawal pengembangan platform ini, memastikan Lampung-In benar-benar menjadi platform digital yang transformatif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Panik Diberitakan Korupsi? Sikap Kepala MAN 1 Pringsewu Ancam Wartawan Dikecam GRAK Lampung
Mobil Pick-Up Diduga Angkut Santri di Exit Tol Kalianda Alami Kecelakaan Tunggal, 2 Tewas dan 5 Luka-luka
Polisi Turun Tangan! Selidiki Dugaan Keracunan Massal 55 Warga Tanggamus Akibat Bubur Sumsum
Polisi Ciduk Sindikat Keluarga Begal di Lampung Utara, Jadikan Saudara Sendiri Umpan Aplikasi Kencan MiChat
Kepergok Saat Muat Hasil Curian, 6 Petani Penggasak 5,6 Ton Sawit di Way Kanan Diringkus
Diduga Keracunan MBG, 8 Siswa SMPN 1 Talang Padang Dilarikan ke Puskesmas
Viral Mobil Bertahun-tahun Terparkir di Bandara Radin Inten II, Pengelola Gandeng Polisi Cari Pemilik
Lestarikan Budaya Lokal, Pemkab Tanggamus Gelar Lomba Tari Kreasi Tradisional 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:32 WIB

Panik Diberitakan Korupsi? Sikap Kepala MAN 1 Pringsewu Ancam Wartawan Dikecam GRAK Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:21 WIB

Mobil Pick-Up Diduga Angkut Santri di Exit Tol Kalianda Alami Kecelakaan Tunggal, 2 Tewas dan 5 Luka-luka

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:57 WIB

Polisi Turun Tangan! Selidiki Dugaan Keracunan Massal 55 Warga Tanggamus Akibat Bubur Sumsum

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:23 WIB

Polisi Ciduk Sindikat Keluarga Begal di Lampung Utara, Jadikan Saudara Sendiri Umpan Aplikasi Kencan MiChat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:19 WIB

Kepergok Saat Muat Hasil Curian, 6 Petani Penggasak 5,6 Ton Sawit di Way Kanan Diringkus

Berita Terbaru

EKONOMI

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:31 WIB