Darurat Eksploitasi Anak : Manusia Silver dan ‘Black Man’ Makin Marak!

- Editor

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. Merdeka.com)

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengambil langkah taktis guna memutus mata rantai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di jalanan ibu kota provinsi.  

Fokus utama kini diarahkan pada penertiban fenomena manusia silver, kemunculan varian baru manusia black man, serta praktik eksploitasi anak yang kian meresahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dimatangkan melalui rapat koordinasi strategis yang digelar pada Jumat (21/11). Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan membangun sinergitas lintas sektoral.

Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk menyamakan persepsi dalam pola penjangkauan dan penindakan.

“Kami telah berkoordinasi intensif dengan Kasat Pol PP dan Dinsos Kota Bandar Lampung. Fokus penjangkauan tidak hanya pada manusia silver, tetapi juga mengantisipasi fenomena baru ‘manusia black man‘ yang belakangan mulai muncul,” ujar Aswarodi saat ditemui awak media.

Darurat Eksploitasi Anak

Selain penertiban orang dewasa, rapat tersebut menyoroti isu krusial terkait meningkatnya dugaan eksploitasi anak. Modus memperalat anak di bawah umur untuk mengamen dan meminta-minta di area lampu merah dinilai telah mencederai hak dasar anak dan memerlukan intervensi hukum serta sosial yang tegas.

​Aswarodi menjelaskan, Dinsos bersama Satpol PP telah menyepakati pelaksanaan operasi gabungan atau razia di sejumlah titik rawan. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada penangkapan semata.

“Mereka yang terjaring razia akan ditempatkan di panti sosial untuk menjalani asesmen komprehensif. Hasil asesmen inilah yang akan menentukan bentuk intervensi selanjutnya, apakah memerlukan rehabilitasi sosial penuh atau cukup pendampingan untuk reunifikasi dengan keluarga,” jelas Aswarodi.

Ia menambahkan, kunci utama penyelesaian masalah ini adalah pemberdayaan, guna memastikan mereka memiliki kemandirian ekonomi dan tidak kembali turun ke jalan.

Meski demikian, pengawasan ketat masih diberlakukan di beberapa lokasi vital. “Saat ini titik rawan terkonsentrasi di Lampu Merah Immanuel dan Lampu Merah Way Halim. Jumlahnya memang sudah tidak masif, estimasi tersisa sekitar 5 hingga 10 orang di kedua lokasi tersebut,” pungkas Aswarodi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Video Viral Perkelahian Siswa SMP di Tulang Bawang, Satu Korban Alami Patah Tangan
Ngaku Anggota Buser dan Ancam Tembak Kaki Korban, Buruh Lepas di Pesawaran Ditangkap Polisi
Tipu Izin Dapur Program MBG Rp 74 Juta, Oknum ASN Lampung Timur Jadi Tersangka
Bobol Toko dan Gasak Harta Rp62 Juta, Tiga Pencuri serta Dua Penadah Diringkus Polisi di Kotabumi
Usai 33 Orang Diduga Keracunan, Dapur Program MBG di Pesawaran Dihentikan Sementara
Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria di Lampung Utara Dievakuasi Polisi dari Amukan Massa
Mesin Mati di Perlintasan Tanpa Penjaga, Toyota Agya Ringsek Tertabrak Kereta Api di Natar
Usai Nikahkan Massal 31 Pasangan Disaksikan Gubernur Lampung, Masjid Al-Bakrie Bakal Buka Program Ta’aruf!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:52 WIB

Video Viral Perkelahian Siswa SMP di Tulang Bawang, Satu Korban Alami Patah Tangan

Senin, 27 Juli 2026 - 12:07 WIB

Ngaku Anggota Buser dan Ancam Tembak Kaki Korban, Buruh Lepas di Pesawaran Ditangkap Polisi

Senin, 27 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tipu Izin Dapur Program MBG Rp 74 Juta, Oknum ASN Lampung Timur Jadi Tersangka

Senin, 27 Juli 2026 - 02:11 WIB

Bobol Toko dan Gasak Harta Rp62 Juta, Tiga Pencuri serta Dua Penadah Diringkus Polisi di Kotabumi

Senin, 27 Juli 2026 - 01:59 WIB

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Pria di Lampung Utara Dievakuasi Polisi dari Amukan Massa

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kepala BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG akibat Masalah Higienitas

Senin, 27 Jul 2026 - 12:11 WIB