Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Hubungan antara pers dan hukum senantiasa menjadi barometer penting bagi kesehatan demokrasi di suatu daerah. Sinyal positif itu menguat di Tanggamus, kala jajaran Adhyaksa dan Kuli Tinta duduk bersama dalam suasana penuh keakraban di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus, Jumat (14/11).
Silaturahmi strategis antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanggamus dengan korps penegak hukum tersebut merupakan sinergitas antar lembaga demi kebaikan kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan rombongan PWI yang dinahkodai Ketua baru, Hanibal Batman, disambut langsung oleh Kepala Kejari Tanggamus, Subari Kurniawan, S.H, M.H.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kasi Intelijen Denny Alfianto dan Kasi Pidum Eko Nurlianto itu, Subari menegaskan posisi pers sebagai mitra kerja yang tak bisa dikesampingkan. “Bagi kami, pers adalah mitra strategis,” ujar Subari dengan tegas.
Di era keterbukaan informasi yang riuh ini, ia melihat peran pers melampaui sekadar pemberitaan. Mantan Kajari Katingan ini tak sekadar melontarkan basa-basi. Ia membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya.
“Kalau ada program dari PWI Tanggamus yang membutuhkan peran dari Kejaksaan, kami siap support,” katanya.
Di balik apresiasi itu, Subari menitipkan pesan penting. Ia menyoroti tantangan zaman di era banjirnya informasi yang kerap disusupi hoaks. Di sinilah ia menggantungkan harapan pada insan pers untuk tampil sebagai penjernih.
“Insan pers harus juga membantu pemerintah untuk mendinginkan situasi, apalagi jika terjadi potensi konflik. Jangan justru menjadi ‘kompor’,” pesannya.
Subari secara terbuka mengajak PWI bahu-membahu memberikan edukasi hukum dan informasi positif kepada masyarakat. Sebuah ajakan untuk menutup celah bagi narasi-narasi sesat yang meresahkan.
Sementara, Ketua PWI Tanggamus, Hanibal Batman, yang juga akrab disapa Iqbal, mengapresiasi sambutan hangat Kejari tersebut.
Kunjungan ini memiliki dua agenda utama, yakni kunjungan silaturahmi dan audiensi, sekaligus mengenalkan kepengurusan baru PWI Tanggamus periode 2025-2028.
Tak berhenti di situ, Iqbal langsung memaparkan agenda kerja konkret yang sejalan dengan harapan Kajari. Selain agenda nasional Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, PWI Tanggamus telah merancang program lokal yang mendesak.
“PWI Tanggamus berencana menggelar Workshop dan Sosialisasi UU Pers. Sasarannya krusialnya seluruh kepala pekon se-Tanggamus,” ungkap Iqbal.
“Nanti pematerinya juga ada dari Kejaksaan,” tukasnya, menyambut uluran tangan kolaborasi yang ditawarkan Subari.
Pertemuan di Kompleks Perkantoran Pemkab Tanggamus itu pun ditutup bukan sekadar sebagai audiensi, namun meletakkan fondasi awal bagi kolaborasi nyata, mengubah mitra strategis dari sekadar retorika menjadi program kerja bersama demi pencerahan publik di Bumi Begawi Jejama. (*)






