Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Program Tanggamus Pintar (PTP) 2025 merupakan salah satu dari lima program unggulan dari Pasangan Calon (Paslon) Dewi Handajani – Ammar Sirajuddin (DAMAR).
Program tersebut kini ramai dibicarakan oleh masyarakat Kabupaten Tanggamus, program ini merupakan program cerdas dan cemerlang yang bertujuan membangun kualitas pendidikan masyarakat Tanggamus kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, program tersebut ditujukan untuk mengantisipasi bagi masyarakat yang tidak terakomodir di PIP (Program Indonesia Pintar) baik PIP reguler maupun PIP aspirasi dari wakil rakyat karena keterbatasan kuota.
“Maka diciptakan program yang namanya PTP 2025, ini program pendidikan yang cerdas dan cemerlang,” jelas Taufik Abdul Salam, Tokoh dan Cendikiawan Muda Masyarakat Tanggamus, Rabu (20/11).
Taufik mengatakan, jangan mempolitisasi program beasiswa pusat seperti PIP baik reguler maupun aspirasi, karena itu merupakan program pusat yang sudah memiliki rencana dan mekanisme pencairan yang jelas.
“PIP reguler dan PIP aspirasi itu merupakan program nasional, jangan di politisasi. Saat ini yang perlu dicermati adalah seorang calon pemimpin yang memiliki visi, misi, dan program yang jelas kedepannya,” ujar Taufik yang lama berkecimpung di dunia jurnalistik ini.
Sementara itu lanjutnya, Program Tanggamus Pintar 2025 adalah satu program turunan dari PIP pusat yang dananya bersumber dari APBD. Program tersebut merupakan terobosan program yang mumpuni karena mampu mengakomodir masyarakatnya yang tak terakomodir di PIP Pusat.
“Jadi, ini untuk masyarakat Tanggamus yang tidak terakomodasi di program PIP karena keterbatasan kuota yang ditentukan oleh pusat, program mulia yang sejenis ini pernah dicetuskan oleh salah satu paslon saat pilkada lalu, yaitu program satu pekon satu mobil ambulance, dan alhamdulillah saat ini sudah terealisasi,” paparnya.
“Begitupun dengan Program Tanggamus Pintar 2025, program ini termasuk program yang brilian dan harus kita dukung sepenuhnya. Dan hal tersebut masuk dalam 5 program unggulan salah satu paslon,” lanjutnya.
Ia juga menghimbau masyarakat agar pada Pilkada Serentak 2024 ini untuk berhati-hati terhadap kampanye hitam (Black Campaign) dan menyesatkan. Sudah menjadi kepatutan bagi paslon manapun dan siapapun, ketika berkeinginan memimpin, selayaknya memiliki konsep dan program, apalagi ketika kelak ia diberi mandat oleh rakyatnya untuk memimpin.
“Jangan terpengaruh kampanye hitam, fokus pada program Paslon saja. Jangan sampai salah memilih, karena ketidakmampuan seorang calon pemimpin untuk membuat program unggulan. Lantas apa yang akan diberikan dan ditawarkan pada rakyatnya yang dipimpin nanti?,” kata Taufik. (*)






