DPRD Lampung Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Undang Eks Teroris Jadi Pembicara!

- Editor

Minggu, 27 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mengadakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP dan WK) di Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (26/10).

Sosialisasi ini dibuka oleh Kostiana, SE., MH, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung dan dihadiri pejabat DPRD Provinsi Lampung, aparatur desa setempat TNI POLRI.

DPRD Provinsi Lampung menghadirkan narasumber Herman Saleh dari Kesbangpol Provinsi Lampung dan Ken Setiawan, seorang eks radikalis yang sekarang membangun lembaga Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center atau pusat rehabilitasi korban gerakan radikal NII.

Saat ini Ken juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Forum Pendidikan Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung.

Pada kesempatan itu, Ken menyampaikan pengalaman bergabung dalam kelompok radikal dan mengapa keluar dari jaringan itu.

Selain itu juga menyampaikan bahayanya ajaran intoleransi radikalisme dan terorisme di masyarakat yang korbannya akan merasa paling benar dan menganggap kelompok lain salah, anti kebhinekaaan dan anti budaya kearifan lokal, pelakunya seolah-olah menjadi panitia seleksi masuk surga seperti Ken dulu.

Menurut Ken para korban gerakan radikal itu biasanya hancur ekonominya karena harus infak di kelompok, akan hancur akhlak dan akidahnya, biasanya mengkafirkan semua orang di luar kelompok, akan hancur masa depannya karena biasanya harus meninggalkan sekolah, perkerjaan dan keluarga demi kelompoknya.

Definisi radikalisme adalah sebuah pemahaman yang menginginkan suatu perubahan sosial, politik dengan cara yang keras dan drastis. Radikalisme tidak dimonopoli oleh satu agama tertentu.

“Radikalisme akan berkembang di sebuah negara yang mayoritas, kebetulan di Indonesia mayoritas agamanya Islam, jadi oknum pelaku intoleransi, radikalisme dan terorisme mayoritas ber KTP Islam.” Katanya.

Sejatinya, lanjut Ken, radikalisme dan terorisme adalah musuh agama dan musuh negara, karena tidak ada satupun agama yang membenarkan radikalisme dan terorisme.

Salah satu penyebab utama seseorang terpapar paham intoleransi radikalisme dan kebencian adalah belajar dengan guru yang salah, apalagi saat ini marak belajar agama lewat media sosial tanpa sumber yang mampu,

Maka dari itu Ken berharap masyarakat hati-hati dalam belajar dengan guru agama, jangan sampai salah, sebab akibatnya bisa fatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tolok ukurnya dalam belajar agama adalah orang itu menjadi damai, menjadi moderat, tersenyum dan membuat orang tersenyum, jika belajar agama lalu berubah menjadi pemarah dan saling benci, berarti harus distop, karena indikasi telah belajar dengan guru yang salah.” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral di Medsos, Polisi Selidiki Mantan Anggota DPRD Tanggamus atas Dugaan Penganiayaan: Kami Siapkan Bahan Untuk Gelar Perkara
Tempuh Perjalanan 9 Jam, Polsek Ngaras Bagikan Bendera Merah Putih ke Wilayah 3T di Pesibar
Bupati Tanggamus Resmikan Sentra Kuliner Seafood Muara Indah, Diwarnai Parade 50 Perahu Hias
Miris! Oknum DPRD Pringsewu Ini Malah Asyik Main TikTok dan Tidur Pulas Saat Pidato Kenegaraan
Setahun Buron, DPO Kasus Curanmor Diringkus Polsek Pringsewu Kota
Saling Lapor Polisi, Agus Munada Buka Suara Terkait Video Viral Penganiayaan Pengunjung Gym di Tanggamus
Viral! Cuma Gegara Rp10 Ribu, Eks Anggota DPRD Tanggamus Diduga Cekik dan Tampar Pengunjung Gym
Polda Lampung Ciduk Prabowo cs, Miliki 14 Catatan Kriminal Sejak 2022!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Viral di Medsos, Polisi Selidiki Mantan Anggota DPRD Tanggamus atas Dugaan Penganiayaan: Kami Siapkan Bahan Untuk Gelar Perkara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Tempuh Perjalanan 9 Jam, Polsek Ngaras Bagikan Bendera Merah Putih ke Wilayah 3T di Pesibar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Miris! Oknum DPRD Pringsewu Ini Malah Asyik Main TikTok dan Tidur Pulas Saat Pidato Kenegaraan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Setahun Buron, DPO Kasus Curanmor Diringkus Polsek Pringsewu Kota

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Saling Lapor Polisi, Agus Munada Buka Suara Terkait Video Viral Penganiayaan Pengunjung Gym di Tanggamus

Berita Terbaru