Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 24.351137 di dekat Taman Lembah Hijau di jalan Raden Imba Kusuma Ratu Kecamatan Tanjung Karang Barat diduga mejual BBM subsidi jenis solar ke para ‘pemain nakal’.
Penjualan ilegal ini terendus lantaran warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi tumpahan diduga BBM jenis Solar dan kerap di padati para kendaraan pengecor modifikasi setiap paginya dan sering kali terlihat kekosongan BBM jenis solar di SPBU tersebut.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, SPBU 24.351137 Lembah Hijau ini sudah lama menjalankan aktivitas ilegal tersebut tanpa terendus, bahkan aparat hukum berinisial ML diduga kuat ikut mengamankan jalannya bisnis haram ini.
“Ini kendaraan-kendaraan orang-orangnya oknum inisial ML, selain itu tidak boleh masuk ke SPBU tersebut,” ucapnya, kamis (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menambahkan, disetiap paginya, terlihat jelas antrian kendaraan modifikasi dan mengganti plat nomor polisi (nopol) untuk melakukan antrian pengisian BBM solar.
Disitu ada beberapa kendaraan bulak-balik melakukan pengisian tiap pagi, yang sering terlihat rutin ada kendaraan jenis Coldiesel, L300 dan pajero hitam,” ungkapnya.
Saat ditemui awak media, SPBU 24.351137 Lembah Hijau membantah dugaan tumpahan tersebut berupa BBM jenis Solar melainkan oli, hal tersebut diutarakan salah satu oknum berinisial RN yang mengaku sebagai keamanan SPBU.
“Tumpahan itu bukan solar mas tapi oli dan bukan dari sini juga,” ucapnya kepada media.
Pernyataan tersebut sangat berbeda dengan pakta di lapangan, yang mana Tampak jelas tumpahan cairan yang berserakan tidak jauh dari SPBU tersebut. Terlihat jelas membayang kemerahan pelangi dan beraroma, ciri khas dari BBM jenis solar.
Diketahui sebelumnya, telah terjadi kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang dialami pengendara bermotor, di lokasi kejadian terdapat lima motor yang tergelincir akibat ceceran solar, ditambah dengan hujan yang lumayan deras di pagi itu sehingga kondisi jalanpun semakin licin.
Bahkan, satu diantaranya memakan korban, seorang ibu yang tergelincir dan masuk ke dalam kolong mobil truk yang sedang melintas.
“Korban luka berat, sepertinya patah tulang kaki dan saat itu juga langsung dibawa ke rumah sakit,” kata seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian.
“Lokasi kejadian memang sering terjadi kecelakaan, tapi sudah langsung disiram pasir sama petugas dari Polresta,” tambah warga lain.
Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Polresta Bandar Lampung, Kompol Ridho Rafika mengatakan, anggotanya telah melakukan upaya awal penanggulangan dengan menyiram pasir di lokasi kejadian.
“Saya menghimbau pengendara agar lebih berhati-hati dalam berkendara. Faktor kecelakaan dapat disebabkan oleh banyak hal, bisa karena kondisi cuaca, hujan, kondisi jalan dan lain-lain,” pungkasnya. (*)






