Caption : ist
Hariannarasi.com, Gaza – Konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina terus berkecamuk, terbaru jumlah korban dari Palestina mencapai 5.791 termasuk 2.360 anak-anak.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, bahwa gencatan senjata antara kedua belah pihak harus segera dilakukan, mengingat penderitaan rakyat sipil Gaza yang semakin besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat serangan terakhir dalam satu hari yang menewaskan sekitar 700 jiwa dan blokade atas listrik bagi Gaza, sehingga membuat pasokan listrik di rumah sakit Gaza tidak tercukupi dan terpaksa ditutup sementara.
“Israel melanggar hukum Internasional,” kata Guterres pada Guardian, kemarin (28/10).
Menurutnya, konflik di timur tengah ini harus segera dihentikan, hal ini bertujuan untuk menghindari penderitaan yang lebih besar lagi.
“Bisa membuat bantuan masuk lebih mudah dan aman, serta memfasilitasi pembebasan sandera kedua pihak. Saya menegaskan kembali agar segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan,” ujar Sekjen PBB ini.
Serangan yang dilakukan oleh pihak Hamas Palestina memang mengerikan, namun tak terjadi begitu saja. Ada sejarah panjang konflik yang mengakibatkan serangan tersebut.
“Rakyat di Palestina telah menjadi sasaran pendudukan yang menyesakkan selama 56 tahun terakhir,” jelas Guterres.
Ia menambahkan, bahwa rakyat Palestina melihat tanah mereka terus-menerus dirusak oleh pemukiman dan kekerasan yang dilakukan secara terus-menerus oleh Israel.
“Perekonomian mereka terhambat, penduduknya mengungsi dan rumah mereka dirobohkan. Harapan mereka akan solusi politik atas penderitaan mereka telah sirna,” kata dia. (red)






