Foto : Jokowi ajak Prabowo meninjau panen raya dan peresmian tambak udang di Jawa Tengah
Hariannarasi.com, Jakarta – Memanasnya kancah perpolitikan Indonesia mulai nampak, beberapa Capres seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo mulai tour keliling kota di Indonesia untuk meraup suara pemilih mereka.
Namun, terlihat sikap dari orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Jokowi yang terlihat jelas telah menentukan sikap siapa jagoan capres yang diusung olehnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa kali Jokowi mengucapkan bahwa pengganti dirinya adalah Prabowo, pun sama kepada Capres Ganjar yang merupakan kader dari Partainya Jokowi, yakni PDIP. Terlihat rupa-rupanya Jokowi masih ragu untuk secara penuh mendukung Ganjar sebagai capres dari partainya.
Pada akhirnya main dua kaki adalah pilihan yang nyata. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmon Mahesa mengatakan, sangat umum jika Presiden Jokowi bermain dua kaki pada pilpres tahun depan, namun dengan catatan tidak merusak negara.
“Kita anggap wajar saja jika Jokowi main dua atau empat kaki, yang paling terpenting tidak membuat negara jadi rusak,” jelas Desmon di kompleks DPR RI, Jakarta. Rabu (24/5).
Ia juga menganggap pertemuan antara Walikota Solo Gibran dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai pertemuan biasa atau silaturahmi.
“Jangan sampai adanya pertemuan itu lantas membuat banyak pihak kebakaran jenggot, ini sudah terjadi, biasa-biasa saja. Namanya politik itu dinamis,” kata Desmon.
Terpisah, Ketua DPP PDIP Said Abdullah meragukan jika Presiden Jokowi bermain dua kaki, lantaran sang presiden menghadiri acara deklarasi Capres dari partai berlogo kepala banteng ini.
“Saya hakkul yakin jika pak presiden tidak bermain dua kaki, sangat mahal nilainya jika seorang presiden bermain dua kaki,” ujarnya. (red)