Dari kiri, Titiek Soeharto, Dedi Mulyadi dan Eva K Sundari. (ist)
Hariannarasi.com, Jakarta – Menjelang pemilu 2024 banyak politisi pindah partai atau disebut politik kutu loncat, tak sedikit politisi ini pindah partai dengan berbagai alasan.
Manuver ini dilakukan untuk lolos pemilihan anggota legislatif 2024 di DPR RI, namun ada juga dikarenakan perbedaan pandangan politik dengan partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Salah satunya, sebut saja Titiek Suharto, politisi perempuan ini sebelumnya berada di Partai Golkar. Namun hengkang pada tahun 2018, dan melanjutkan ke Partai Berkarya milik adiknya yakni Tommy Soeharto.
Pada pemilu tahun 2019 – 2024 Titiek gagal melenggang ke Senayan bersamaan dengan partai berkarya yang tidak lolos parlementary trheesold 2,5 persen.
Pada tahun ini, Titiek bergabung bersama dengan partai Gerindra milik mantan suaminya Prabowo Subianto. Dan maju dari Dapil DIY untuk pemilu tahun depan.
2. Dedi Mulyadi sebelumnya merupakan politisi Partai Golkar dan merupakan mantan Bupati Purwakarta Jawa Barat. Kalo ini, ia pindah dari partai berlambang pohon beringin tersebut ke Partai Gerindra dan maju sebagai Caleg untuk pemilu tahun 2024.
Dedi mengundurkan diri dari partai Golkar, namun dirinya telah terdaftar sebagai Caleg partai, saat ini, pihak Golkar menunggu keputusan dari KPU RI.
3. Eva K Sundari, merupakan politisi PDIP dan merupakan Anggota DPR RI tahun 2019-2024 maju dari Dapil VI Jawa Timur.
Eva mundur di tahun 2022 dan mendaftar ke partai Nasdem. Maju sebagai Caleg Nasdem untuk pemilu tahun 2024. (red)






