Caption : istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Aliansi Mahasiswa Lampung yang dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menuntut pemerintah untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan.
Pernyataan sikap ini dihasilkan dalam konsolidasi yang berlangsung di Balai Rektorat Universitas Lampung (Unila), Minggu (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BEM Unila, Aditya Putra Bayu, menyatakan bahwa konsolidasi tersebut menghasilkan sembilan poin tuntutan ke pemerintah.
Fokus utama gerakan ini adalah mendesak pemerintah agar tidak mengeluarkan kebijakan yang merugikan tenaga pendidik (guru) serta menjamin hak dasar masyarakat di sektor kesehatan dan pendidikan.
”Kami aliansi mahasiswa menuntut pemerintah untuk tidak mencederai guru, kemudian memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Itu garis besarnya,” ujar Aditya.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mengusung isu utama bertajuk “Gelap Gulita Pendidikan Indonesia.” Tagline ini merupakan respons terhadap berbagai masalah pendidikan di daerah, termasuk kasus di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi perhatian serius para aktivis mahasiswa.
Selain isu nasional, aliansi juga menyoroti permasalahan lokal di Bandar Lampung. Mereka mendesak agar siswa SMA Siger segera dipindahkan ke sekolah dengan legalitas resmi demi menyelesaikan konflik administratif yang selama ini terjadi.
Aditya menambahkan, gerakan ini merupakan langkah mitigasi untuk mencegah krisis pendidikan meluas ke daerah lain, khususnya Lampung, sekaligus sebagai upaya mengawal visi Indonesia Emas 2045.
Aliansi Mahasiswa Lampung dijadwalkan akan menggelar konsolidasi lanjutan pada Selasa (17/2) pukul 15.30 WIB di lokasi yang sama. Pihak BEM juga membuka kemungkinan untuk melakukan aksi turun ke jalan jika gelombang dukungan terus meningkat. (*)






