Reaktor Nuklir Serpong Terancam Berhenti Beroperasi Tahun Ini

- Editor

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Operasional reaktor nuklir di Serpong terancam berhenti total pada tahun 2026. Ancaman ini muncul akibat terhentinya pasokan bahan bakar nuklir menyusul belum tuntasnya proses pengalihan aset dari PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI) ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa ketersediaan bahan bakar saat ini berada dalam kondisi kritis. Tanpa penyelesaian segera terkait status INUKI, reaktor tersebut diprediksi tidak akan dapat beroperasi melewati tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan tidak adanya INUKI, maka pasokan bahan bakar nuklir di reaktor Serpong terhenti. Kemungkinan tahun ini adalah tahun terakhir bisa beroperasi karena tidak adanya bahan bakar nuklir,” ujar Zainal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (10/2).

​Zainal menjelaskan bahwa INUKI merupakan satu-satunya produsen elemen bahan bakar nuklir untuk reaktor Serpong. Saat ini, BAPETEN terus melakukan inspeksi intensif di lingkungan INUKI sembari menunggu kejelasan proses pengalihan aset ke BRIN serta berkomunikasi dengan kereta api (KA) terkait penyelesaian masalah ini.

​Sebelumnya, Direktur Utama PT INUKI, R. Herry, menjelaskan bahwa perusahaan telah berhenti berproduksi sejak Agustus 2022. Permasalahan bermula dari sengketa lahan pabrik dan biaya sewa yang membebani perusahaan, hingga akhirnya Kementerian BUMN menyetujui pengalihan aset ke BRIN pada September 2022.

​Namun, proses hibah aset senilai Rp 20,9 miliar tersebut terkendala setelah BRIN mencabut permohonan pengalihan aset. Hambatan utama disinyalir berkaitan dengan biaya dekontaminasi fasilitas yang dinilai tidak sebanding dengan nilai hibah yang diterima.

Kondisi ini menjadi sorotan serius mengingat posisi strategis reaktor Serpong dalam pengembangan teknologi nuklir nasional. Zainal menekankan pentingnya keberlanjutan operasional reaktor tersebut bagi citra dan kemandirian teknologi Indonesia di mata dunia. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI
Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja
Demo Mahasiswa Sulut Berujung Ricuh, Pagar DPRD Roboh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Ratusan Mahasiswa BEM Unair dan BEM SI Jatim Gelar Demonstrasi, Tuntut Hentikan MBG dan KDMP!
Sempat Ditolak Pemerintah RI, Karya Anak Bangsa Ini Ditawar Triliunan Rupiah Oleh UEA dan Arab
Efek Domino Program MBG, Fasilitas Kampus Anjlok, UKT Meroket 50 Persen!
Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Meroket, Kebijakan Amburadul! 1.500 Mahasiswa Turun ke Jalan
Batal Digelar! Operasi Patuh 2026 Mendadak Ditunda se-Indonesia, Ada Apa?
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:59 WIB

Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:48 WIB

Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:52 WIB

Demo Mahasiswa Sulut Berujung Ricuh, Pagar DPRD Roboh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:27 WIB

Ratusan Mahasiswa BEM Unair dan BEM SI Jatim Gelar Demonstrasi, Tuntut Hentikan MBG dan KDMP!

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:24 WIB

Sempat Ditolak Pemerintah RI, Karya Anak Bangsa Ini Ditawar Triliunan Rupiah Oleh UEA dan Arab

Berita Terbaru