Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat sinergi dengan PT Olam Indonesia dan Partnerships for Forest (P4F) untuk mendorong hilirisasi kakao berkelanjutan.
Program ini ditargetkan menyasar 18.000 petani di atas lahan Perhutanan Sosial seluas 35.000 hektare yang tersebar di empat kabupaten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan nilai tambah produk kakao lokal sekaligus menjaga kelestarian hutan. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan di Rumah Kayu Resto, Bandar Lampung, Selasa (27/1) malam.
”Kerja sama ini menitikberatkan pada hilirisasi, yaitu mengolah hasil panen kakao menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. Kami optimis program ini memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama setelah PT Olam memberikan respons positif terhadap kualitas kakao di Pesawaran dan Lampung Timur,” ujar Jihan.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya. Selain fokus pada aspek ekonomi, kerja sama ini mengusung konsep agroforestry (wana tani) untuk menjaga keseimbangan ekologis.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menyasar petani Perhutanan Sosial. PT Olam akan terlibat langsung dalam pembinaan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) serta penerapan budidaya berkelanjutan.
“Langkah ini sejalan dengan kebijakan provinsi untuk membangun nilai ekonomi dan ekologis hutan secara bersamaan melalui pola agroforestry,” kata Yanyan.
Menjadi Proyek Percontohan Global
Direktur Utama PT Olam Food Indonesia, Imam Suharto, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan replikasi model pendampingan kakao yang telah sukses dilakukan sejak 2015. Proyek yang didukung oleh pendanaan pemerintah Inggris melalui UKAid dan Partnerships for Forest (P4F) ini diproyeksikan menjadi model percontohan di tingkat global.
”Kami akan melakukan scale up model agroforestry kakao ke kawasan Perhutanan Sosial di empat kabupaten, yakni Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus. Kami menemukan visi yang sama dengan Pemprov Lampung,” pungkas Imam.
Pertemuan tersebut juga menjadi rangkaian dari kegiatan site visit PT Olam ke lahan petani di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur guna memastikan kesiapan implementasi program dalam waktu dekat. (*)






