Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS), Mehmet Demiroglu, mengonfirmasi bahwa prototipe jet tempur generasi kelima KAAN dalam konfigurasi nyata pertama, yang disebut P1, dijadwalkan melakukan penerbangan perdana paling lambat pada Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan Demiroglu dalam wawancara di saluran YouTube SAHA Istanbul baru-baru ini.
Demiroglu menjelaskan bahwa proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN merupakan titik balik strategis bagi pertahanan Turki. Saat ini, TAI tengah mengelola pengembangan beberapa prototipe secara paralel guna mempercepat validasi sistem sebelum masuk ke tahap produksi massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Demiroglu, pengujian darat intensif selama dua hingga tiga bulan akan dilakukan sebelum setiap prototipe mengudara. “Kami tidak akan melakukan penerbangan sebelum validasi sistem sepenuhnya selesai. P1 akan memulai uji penerbangan dalam konfigurasi yang sebenarnya,” tegas Demiroglu.
Terkait dapur pacu, KAAN saat ini masih mengandalkan mesin F110 buatan Amerika Serikat, yang juga digunakan pada jet tempur F-16. TAI berencana menggunakan mesin ini untuk pengujian Blok 10. Namun, permintaan Turki kepada Kongres AS untuk 80 unit mesin produksi serial hingga kini belum mendapatkan persetujuan.
Sebagai solusi jangka panjang, Turki melalui TEI sedang mengembangkan mesin turbofan dalam negeri, TF35000. Demiroglu, yang memiliki latar belakang insinyur mekanik, menargetkan proses produksi mesin domestik ini dimulai pada 2031 dengan integrasi penuh pada tahun 2032.
Kontrak Ekspor ke Indonesia
Salah satu poin krusial dalam pernyataan Demiroglu adalah detail mengenai ekspor KAAN ke Indonesia. TAI berencana memasok 48 unit jet tempur KAAN ke Jakarta dengan total nilai kontrak mencapai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp251,8 triliun).
Fase pertama kontrak tersebut telah ditandatangani pada pameran IDEF di Istanbul pada pertengahan 2025, sementara fase kedua dijadwalkan pada tahun 2026. Demiroglu mengungkapkan bahwa pihak Indonesia secara khusus meminta mesin yang bebas ITAR (International Traffic in Arms Regulations).
”Pihak Indonesia menginginkan mesin yang sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Kami terus bekerja memenuhi persyaratan tersebut menggunakan mesin TF35000,” pungkasnya.
Langkah ini menandai posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama dalam proyek jet tempur generasi ke-5 Turki, sekaligus memperkuat ambisi Turki menjadi eksportir teknologi kedirgantaraan tingkat tinggi di kancah global.
Berikut pembangunan prototipe Jet Tempur Gen-5 Turki:
- Prototipe P0: Merupakan pesawat uji teknik yang telah menyelesaikan dua kali penerbangan.
- Prototipe P1: Konfigurasi nyata pertama yang ditargetkan terbang pada April, Mei, atau Juni 2026.
- Prototipe P2: Dijadwalkan terbang perdana pada akhir tahun 2026.
- Prototipe P3: Direncanakan mengudara pada akhir 2026 atau awal 2027.






